Baca Juga: Top 3 Menteri Prabowo Dipuji, Survei Ungkap MBG Jadi Program Paling Dirasakan Publik
Kepala Bidang Parahyangan Desa Adat Serangan, I Wayan Sweta menjelaskan, bagi umat Hindu di Bali, upacara tersebut bertujuan untuk menyucikan atau menstabilkan kembali energi di lingkungan pasar usai insiden itu.
"Sebelum 3 hari berlalu, kami melakukan pecaruan rsi gana untuk menetralisir supaya kejadian yang lebih buruk tidak terjadi," tutur Sweta dalam kesempatan yang sama.
Bagi Sweta, kejadian tersebut sulit diterima secara logika, terlebih terkait tidak adanya jejak darah korban di lokasi kejadian.
Bahkan, korban juga tidak mengalami luka luar meski terjatuh di atas paving yang keras.
Baca Juga: Jutaan Rokok Ilegal Dimusnahkan, Bea Cukai Banten Tegaskan Perang Terhadap Pelanggaran Cukai
"Kalau kami berpikir secara logika tidak mungkin itu terjadi," ungkap Sweta.
"Tapi kalau saya melihat dimensi bawah itu ada sesuatu yang terkait dengan mindset anak kecil itu," bebernya.
Hingga berita ini terbit, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian setempat ihwal insiden yang dialami siswa SD di Pasar Serangan, Bali tersebut.***
Artikel Terkait
Magang Nasional Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku Peserta
Menaker Tekankan Pelatihan Vokasi agar Lulusan Siap Masuk Dunia Kerja
Lapak di Jurangmangu Timur Ludes Terbakar Dini Hari, Diduga Akibat Pembakaran Sampah
Pria 25 Tahun Ditemukan Tewas Gantung Diri di Ciputat, Polisi Sebut Dipicu Masalah Pribadi
Misteri Kematian Wanita di Serpong Utara, Mantan Suami Siri Ditangkap Kurang dari 24 Jam