Baca Juga: DPD Kawanua Katolik Jakarta Resmi Dikukuhkan, Siap Layani Umat Lintas Iman
Pertama, tuduhan penghinaan fisik terhadap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Kedua, tuduhan penistaan agama terkait materi salat yang dibawakan dalam pertunjukan tersebut.
Terkait hal itu, Panji mengaku terkejut dengan banyaknya laporan yang masuk.
Komika senior itu merasa materi yang dibawakannya murni dalam konteks komedi dan pertunjukan seni, di mana penonton membayar tiket untuk menyaksikan lawakan, bukan ujaran kebencian.
"Kaget sih sejujurnya. Karena saya kan memantau betapa riuhnya ini. Maksud saya, ini kan hanya bercanda, ini kan komedi," ungkap Panji.
Terkait tuduhan penghinaan fisik kepada Gibran Rakabuming Raka, Panji menjelaskan materi tersebut berkaitan dengan momen Gibran yang terlihat mengantuk.
Ihwal tudingan tersebut, Panji berpendapat, seseorang yang menyebut orang lain "ngantuk" bukanlah penghinaan fisik, melainkan kondisi manusiawi yang bisa dialami siapa saja.
"Saya tanya, kamu pernah ngantuk enggak? Pak Gibran pernah ngantuk? Pernah. Yang saya bicarakan berarti yang lagi ngantuk. Salahnya di mana?" jelas Panji.
Baca Juga: Prabowo Tegaskan Negara Satu Manajemen di Rakornas Pusat-Daerah
Sementara itu, untuk tuduhan penistaan agama, Panji menyoroti materi tentang "salat safar" yang dipersoalkan oleh kelompok yang mengatasnamakan perwakilan organisasi keagamaan tertentu.
Terkait hal itu, Panji mengklarifikasi dirinya tidak sedang memperolok ibadah salat.
Panji menjelaskan, poin utama dari materinya adalah kritik sosial agar masyarakat tidak memilih pemimpin hanya berdasarkan kesalehan ritual yang dipertontonkan di depan umum, melainkan melihat rekam jejaknya secara menyeluruh.
"Saya enggak bercandain salat. Setupnya kan, adalah jangan pilih orang berdasarkan salatnya saja. Punchlinenya itu bagian patahnya, bagian lucunya," jelasnya.
Artikel Terkait
Emilio Reyhan Perkenalkan Diri di Musrenbang Jombang, Tegaskan Komitmen Bangun Ciputat
Andra Soni Buka Kejuaraan Tenis Junior Piala Gubernur Banten
Kilas Balik Kasus Hogi Minaya, Berawal dari Kejar Jambret demi Istrinya hingga Akhirnya Bebas dari Jeratan Hukum
Prabowo Tekankan Sinergi Pusat–Daerah di Rakornas Nasional
Prabowo Serukan Elit Bersatu Jaga Kekayaan Bangsa di Rakornas Pemerintah Pusat–Daerah