Prabowo Tegaskan Negara Satu Manajemen di Rakornas Pusat-Daerah

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Senin, 2 Februari 2026 | 22:45 WIB
Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah, Senin (2/2/2026), di Sentul International Convention Center (SICC).
Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah, Senin (2/2/2026), di Sentul International Convention Center (SICC).

Sentul, BidikTangsel — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan pentingnya pengelolaan negara dalam satu sistem manajemen terpadu saat memberikan taklimat pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah, Senin (2/2/2026), di Sentul International Convention Center (SICC).

Dalam arahannya, Presiden menyampaikan bahwa Indonesia sejatinya memiliki kekuatan ekonomi yang sangat besar dengan total aset under management mencapai 1.040 miliar dolar AS atau sekitar 1 triliun dolar AS.

Baca Juga: Viral Aksi Kakek di Bojong Koneng Bogor Duduk di Tengah Jalan Sambil Minta Uang Pengendara, Warga: Kebiasaan Itu

Namun, menurutnya, pengelolaan aset tersebut selama ini tidak efektif karena tersebar di sekitar 1.040 perusahaan.

“Bayangkan, siapa yang bisa mengelola seribu perusahaan? Ini tidak masuk akal. Negara harus dikelola dalam satu manajemen, satu pengelolaan,” tegas Prabowo di hadapan para kepala daerah dan pimpinan kementerian/lembaga.

Presiden juga mengingatkan seluruh pemangku kebijakan agar menjunjung tinggi integritas dan mengutamakan kepentingan rakyat. Ia menyinggung dampak sosial dari praktik-praktik penyimpangan yang berujung pada proses hukum.

Baca Juga: Prabowo Serukan Elit Bersatu Jaga Kekayaan Bangsa di Rakornas Pemerintah Pusat–Daerah

“Saya paling kasihan kalau melihat ada tokoh atau kawan yang akhirnya diborgol. Yang menderita bukan hanya dia, tapi juga anak dan istrinya. Lebih baik membela rakyat, itu jauh lebih mulia,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Prabowo turut memaparkan capaian dan program strategis nasional di bidang kesejahteraan sosial dan ketahanan pangan. 

Saat ini, pemerintah telah menjangkau sekitar 60 juta penerima manfaat per hari, termasuk ibu hamil, melalui program bantuan pangan.

Selain itu, Presiden mengungkapkan bahwa 70 juta rakyat Indonesia telah mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis, yang disebutnya sebagai pertama kali dalam sejarah nasional. 

Baca Juga: Prabowo Tekankan Sinergi Pusat–Daerah di Rakornas Nasional

Hasil pemeriksaan tersebut menjadi dasar penyusunan kebijakan kesehatan lanjutan.

Di sektor ekonomi kerakyatan, Prabowo menargetkan pembentukan 28 ribu koperasi desa operasional dalam beberapa bulan ke depan. 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Radi Iswan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X