Cerita Petani yang Gagal Panen usai Bencana
Pada sebuah cuplikan, terlihat Virdian menghampiri seorang petani di Desa Sukajadi, Aceh Tamiang.
Warga di desa itu mengungkapkan, bencana terjadi bersamaan saat dirinya hendak panen hasil pertaniannya.
"Karena kebetulan mau panen, tiba-tiba kena bencana ini, jadi gagal panen," ungkapnya.
"Hampir semuanya kita gagal panen, karena susah sekarang ini mencari, terendam semua," terang warga di Desa Sukajadi itu.
Perihal itu, Virdian menyoroti potensi mahalnya harga bibit imbas bencana di Aceh.
"Bisa dipastikan panen ke depan itu harga bibit dan beras mahal, karena mayoritas itu susah nyari," terang Virdian.
Virdian lantas mendiskusikan hal tersebut dengan seorang mahasiswa pertanian, Ridho.
"Nah, mahasiswa pertanian (Ridho) membuat konsep gimana bisa tepat sasaran," sebut Virdian
Soroti Pentingnya Intervensi Kebijakan
Ridho membeberkan, setidaknya terdapat 4 dimensi utama ketahanan pangan, meliputi ketersediaan, akses, pemanfaatan, stabilitas.
Baca Juga: Parigi Baru Perkuat Pengelolaan Sampah, Teba Organik dan Biopori Digencarkan
Di sisi lain, Ridho menyoroti pentingnya intervensi kebijakan oleh pemangku kepentingan dalam upaya pemulihan pertanian di Aceh Tamiang.
Artikel Terkait
Yayasan Hans Satya Dharma Jawa Tengah Belum Kantongi ID Mitra BGN, Kisruh Investor Janjikan Dana Puluhan Miliar Tak Terealisasi
Influencer Virdian Aurellio Ingatkan Bencana di Tanah Sumatera Bukan Sekadar Musibah, tapi Konsekuensi dari Ulah Manusia
Gotong Royong Warga Pondok Aren Bangun Teba Sampah Organik
Dekranasda–UMKM Pondok Aren Kolaborasi Warga Bangun Teba Sampah Organik
Pondok Aren Pelopori Teba Sampah Organik, Olah Sampah dari Hulu