Bidiktangsel.com - Linimasa Media Sosial (medsos) sedang hangat memperbincangkan tentang sejumlah mahasiswa di Kalimantan Selatan (Kalsel) yang menyampaikan aspirasinya kepada Wakil Presiden (Wapres) RI, Gibran Rakabuming Raka.
Diketahui, momen tersebut terjadi saat Gibran meninjau lokasi banjir di Desa Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, pada Kamis, 8 Januari 2026.
Dalam unggahan Instagram @undercover.id, pada Selasa, 13 Januari 2026, terlihat momen Gibran berdialog langsung dengan sejumlah mahasiswa di sekitar lokasi bencana.
Baca Juga: Parigi Baru Perkuat Pengelolaan Sampah, Teba Organik dan Biopori Digencarkan
"Dalam pertemuan itu, mahasiswa menyampaikan aspirasi terkait evaluasi pengelolaan sumber daya alam," demikian tertulis dalam unggahan tersebut.
"Terutama tambang ilegal yang dinilai berdampak pada kerusakan lingkungan dan risiko banjir," sambungnya.
Pada sebuah cuplikan video itu, terlihat seorang mahasiswa yang mengeluhkan sejumlah permasalahan yang terjadi di wilayahnya. Berikut ini poin-poin penjelasannya.
Bongkar 180 Dugaan Kasus Tambang Ilegal
Pada momen itu, seorang mahasiswa mengungkapkan terkait dugaan kasus tambang ilegal di sejumlah wilayah Kalsel.
Baca Juga: Kelurahan Pondok Kacang Timur Garcep Olah Sampah Organik Lewat Teba dan Biopori
"Selama ini di Kalimantan Selatan, ada izin-izin pertambangan," tuturnya.
"Ditemukan kurang lebih, 180 (kasus) tambang ilegal berdasarkan kajian kami," tegas mahasiswa itu.
Mahasiswa yang belum diketahui identitasnya itu, menyebut Gibran sebagai Wapres RI turut andil dalam penyelesaian kasus tersebut.
"Kami sampaikan ini ke bapak, sebagai RI 2, dapat menyelesaikan semua bersama menteri yang terkait," ujarnya.
Artikel Terkait
DJP Banten Kukuhkan RENJANI 2026, Perkuat Edukasi Pajak
Sekjen Yayasan HSD Diduga Terlibat Jual Beli Titik Dapur BGN, Pengurus Buka Fakta Pendaftaran Tertutup
Dukung Asta Cita Presiden, Gubernur Banten Andra Soni Mulai Pembangunan Sekolah Rakyat di Banten
Royong Warga, Pondok Aren Bentuk Teba Sampah Organik
Dekranasda–UMKM Pondok Aren Kolaborasi Warga Bangun Teba Sampah Organik