Baca Juga: Sekcam Pondok Aren Koordinir 11 Kelurahan Bangun Teba Sampah Organik
"Hal tersebut karena hari ini, bapak lihat, (pemerintah) Kalimantan Selatan memberikan izin tambang batu bara, kelapa sawit dan lain-lain," imbuh sang mahasiswa.
Minimnya Sumur Resapan Banjir
Dalam kesempatan yang sama, seorang mahasiswa juga turut mengemukakan ihwal tata ruang kota di Kalsel yang dinilai minim sumur resapan banjir.
Bagi yang belum tahu, sumur resapan banjir adalah konstruksi lubang buatan di tanah yang berfungsi menampung air hujan agar meresap perlahan ke dalam tanah.
Hal tersebut, berfungsi untuk mengurangi limpasan permukaan penyebab genangan dan banjir, serta mengisi kembali cadangan air tanah.
Baca Juga: Pondok Aren Pelopori Teba Sampah Organik, Olah Sampah dari Hulu
"Kita tidak punya sumur resapan, semua (warga) resah," tutur mahasiswa itu.
"Kita memerlukannya, karena setiap tahun kita menjadikan seolah banjir ini rutinitas tahunan dan dianggap biasa-biasa saja," tambahnya.
Tak Harapkan Bansos, tapi Solusi Konkrit
Di lokasi bencana banjir, Kabupaten Banjar, para mahasiswa memastikan warga setempat membutuhkan solusi konkret atau nyata, benar-benar ada.
"Kita tidak berharap bansos dan lain sebagainya, yang kita harapkan adalah solusi konkret," tegasnya.
"Agar warga dapat menjaga perekonomiannya. warga dapat bekerja dengan semestinya," imbuh sang mahasiswa.
Baca Juga: Dekranasda–UMKM Pondok Aren Kolaborasi Warga Bangun Teba Sampah Organik
Terlebih, para mahasiswa mengaku sudah turun meninjau sejumlah lokasi yang diduga bermasalah, jauh sebelum sang Wapres turun ke lapangan.
Artikel Terkait
DJP Banten Kukuhkan RENJANI 2026, Perkuat Edukasi Pajak
Sekjen Yayasan HSD Diduga Terlibat Jual Beli Titik Dapur BGN, Pengurus Buka Fakta Pendaftaran Tertutup
Dukung Asta Cita Presiden, Gubernur Banten Andra Soni Mulai Pembangunan Sekolah Rakyat di Banten
Royong Warga, Pondok Aren Bentuk Teba Sampah Organik
Dekranasda–UMKM Pondok Aren Kolaborasi Warga Bangun Teba Sampah Organik