Jakarta – Danantara Indonesia bersama Indonesia Financial Group (IFG) menggelar Corporate Communication Gathering sebagai langkah strategis memperkuat kolaborasi komunikasi dan manajemen pemangku kepentingan.
Agenda ini menegaskan komitmen kedua entitas dalam membangun ekosistem keuangan non-bank yang lebih transparan, inklusif, dan produktif bagi perekonomian nasional.
Managing Director Global Relations & Governance Danantara Indonesia, Mohamad Al-Arief, menekankan pentingnya literasi finansial sebagai fondasi kesejahteraan masyarakat.
“Literasi finansial adalah kunci agar masyarakat memahami pentingnya investasi dan proteksi diri. Danantara bersama ekosistemnya, termasuk IFG, memastikan pengelolaan aset negara dilakukan secara transparan dan produktif sehingga memberi nilai tambah nyata bagi perekonomian,” jelasnya.
Senada dengan itu, Managing Director of Stakeholder Management Danantara Indonesia, Rohan Hafas, menyoroti peran strategis IFG dalam memperkuat komunikasi publik.
Baca Juga: Dorong Penguatan Peran RT/RW, Pemkot Tangsel Gencarkan Pencegahan Kekerasan Perempuan dan Anak
“Dengan tata kelola yang kuat, setiap warga negara berhak memiliki akses terhadap proteksi dan layanan keuangan yang berkualitas. Hal ini menjadi bagian dari upaya membangun kepercayaan publik terhadap ekosistem keuangan nasional,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama IFG, Hexana Tri Sasongko, menegaskan komitmen lembaga yang membawahi 17 anak dan cucu perusahaan asuransi, penjaminan, serta investasi tersebut dalam menjaga transparansi dan kepercayaan publik.
“IFG berkomitmen mendukung penuh Danantara dalam memperkuat peran strategisnya sebagai pengelola aset negara. Literasi finansial adalah kunci agar masyarakat memahami manfaat investasi dan proteksi,” tegas Hexana.
Baca Juga: Tangsel Perkuat Transparansi Publik, Pilar Saga: Layanan Harus Inklusif dan Ramah Disabilitas
Instrumen Strategis Pembangunan Ekonomi
Selain berbagi visi, acara ini juga menghadirkan diskusi mengenai praktik terbaik komunikasi korporasi, strategi manajemen isu, serta penguatan stakeholder engagement.
Pendekatan kolaboratif ini diharapkan menjadikan fungsi komunikasi bukan sekadar kanal informasi, melainkan instrumen strategis dalam membangun ketahanan ekonomi nasional.
Artikel Terkait
MRT Ekspansi ke Banten, Andra Soni Yakin Munculkan Pusat Ekonomi Baru
Menteri Ara Pro Orang Kaya? Warga Gugat Permen No. 5/2025 ke Mahkamah Agung
Hidup di Gubuk Reyot, Enci dan Sanah Pemulung Cipayung Ciputat Bertahan Hidupi 5 Anak
Para Jurnalis Dikeroyok Orang Tak Dikenal di PT GRS, PWI Banten Kutuk Keras Aksi Premanisme
Pemkot Tangsel Gerak Cepat Perbaiki PJU Solar Cell di Ciputat