Baca Juga: Sektor Jasa Keuangan di DKI Jakarta dan Banten Terjaga Stabil dan Tumbuh Positif
Alhasil, pembaca tidak akan merasa bosan saat menelusuri setiap halaman. Tim penulis terdiri dari nama-nama seperti A.R. Loebis, Djunaedi Tjunti Agus, Eka Putra, dan beberapa wartawan lainnya, dengan M. Nasir sebagai pengajar di Sekolah Jurnalisme Indonesia (SJI) PWI Pusat.
Salah satu tantangan dari buku ini adalah ukuran fisiknya yang cukup besar (21,5 cm x 28 cm), sehingga kurang praktis untuk dibawa bepergian.
Namun, kelebihannya adalah buku ini sangat cocok untuk koleksi dan referensi, terutama bagi mereka yang ingin memahami Kalimantan Selatan lebih mendalam.
Sayangnya, buku ini belum dijual di pasaran. Saat ini, buku ini hanya dibagikan secara eksklusif kepada tamu undangan HPN 2025, yang akan berlangsung pada 9 Februari 2025 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Sebagai buku selebrasi, alangkah baiknya jika dalam edisi berikutnya terdapat kata pengantar dari panitia pelaksana, seperti Ketua Umum PWI Pusat Hendry Ch. Bangun dan Ketua Panitia Raja Parlindungan Pane.
Tambahan ini akan semakin memperkuat kredibilitas dan nilai resmi dari buku tersebut.
(***)
Artikel Terkait
Masjid Agung Discovery Residences Resmi Diresmikan, Jadi Pusat Ibadah dan Kegiatan Sosial Warga
Sertifikasi Halal Gratis untuk UMKM di Tangsel, Begini Cara Daftarnya!
Bupati Serang Prioritaskan Anggaran 2025 untuk Kepentingan Masyarakat
Kelangkaan Gas Subsidi 3 Kg Makan Korban, LBH Keadilan: Negara Lalai!
Presiden Prabowo Hadiri Telekonferensi Bahas Swasembada Pangan dan Harga Gabah