Jakarta, bidiktangsel.com – Otoritas Jasa Keuangan Jabodebek (KOJT) menegaskan bahwa sektor jasa keuangan di wilayah DKI Jakarta dan Banten tetap stabil dengan tren pertumbuhan positif sepanjang 2024.
Stabilitas ini didukung oleh likuiditas yang memadai dan pengelolaan risiko yang terjaga, yang berkontribusi pada peningkatan kepercayaan publik terhadap industri jasa keuangan.
Pasar modal di DKI Jakarta dan Banten mencatat pertumbuhan signifikan.
Jumlah investor di DKI Jakarta melonjak 73,81 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), mencapai 2,60 juta Single Investor Identification (SID) per November 2024.
Sementara itu, jumlah investor di Banten juga meningkat 9,50 persen yoy menjadi 799,27 ribu SID.
Peningkatan jumlah investor sejalan dengan meningkatnya nilai transaksi saham.
Di DKI Jakarta, nilai transaksi saham mencapai Rp171,67 triliun, tumbuh tipis 0,003 persen yoy.
Baca Juga: Presiden Prabowo Hadiri Telekonferensi Bahas Swasembada Pangan dan Harga Gabah
Sementara di Banten, nilai transaksi saham meningkat 14,11 persen yoy, mencapai Rp16,89 triliun.
Penyaluran kredit perbankan di Jakarta dan Banten menunjukkan tren positif.
Kredit Bank Umum di Jakarta tumbuh 12,38 persen yoy menjadi Rp3.873,44 triliun, dengan penghimpunan dana meningkat 8,47 persen menjadi Rp4.634,05 triliun.
Di Banten, kredit Bank Umum tumbuh 7,51 persen yoy menjadi Rp208,52 triliun, sementara penghimpunan dana naik 10,65 persen yoy menjadi Rp287,70 triliun.
Artikel Terkait
Infini Raih Penghargaan ‘Sahabat PWI’ atas Dukungan di Road to HPN 2025
HPN 2025 Usung Tema Ketahanan Pangan, PWI Kaltara Harapkan Kehadiran Presiden Prabowo
Pj Gubernur Banten Tinjau Kesiapan RSUD Labuan Jelang Operasional 2025
Pelanggaran Mutasi Jabatan Petahana Bisa Berujung Diskualifikasi dalam Pilkada 2024
PWI Umumkan Nomine Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2024, Hadiah Rp 100 Juta untuk Pemenang