Jakarta, bidiktangsel.com – Presiden Republik Indonesia telah memberikan instruksi langsung kepada Kementerian Sumber Daya Manusia (SDM) agar pengecer elpiji 3 kilogram (kg) dapat kembali beroperasi mulai hari ini.
Keputusan ini diambil setelah adanya komunikasi intensif antara Presiden dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, yang menyoroti kekisruhan terkait distribusi dan harga elpiji 3 kg yang sempat melambung tinggi di masyarakat.
Baca Juga: Presiden Prabowo Hadiri Telekonferensi Bahas Swasembada Pangan dan Harga Gabah
Dalam keterangannya, Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menjelaskan bahwa Presiden telah memerintahkan agar pengecer elpiji 3 kg dapat segera berjualan kembali.
"DPR RI telah berkomunikasi dengan Presiden sejak semalam. Ada keinginan dari Kementerian SDM untuk menertibkan harga di tingkat pengecer agar tidak memberatkan masyarakat. Setelah komunikasi dengan Presiden, beliau menginstruksikan agar pengecer dapat beroperasi kembali mulai hari ini," ujar Dasco.
Lebih lanjut, Dasco menegaskan bahwa pengecer akan difungsikan sebagai sub-pangkalan dengan harga yang diatur agar tetap terjangkau bagi masyarakat.
Baca Juga: Kelangkaan Gas Subsidi 3 Kg Makan Korban, LBH Keadilan: Negara Lalai!
"Pengecer akan dijadikan sub-pangkalan, dan harganya akan ditetapkan agar tidak mahal di tingkat konsumen. Sambil berjalan, aturan-aturan yang ada akan diselaraskan untuk memastikan distribusi dan harga elpiji 3 kg tetap stabil," tambahnya.
Menanggapi kekhawatiran masyarakat mengenai kelangkaan stok elpiji 3 kg, Dasco menegaskan bahwa stok elpiji sebenarnya tidak langka.
"Stok elpiji 3 kg tidak langka, stok terkonfirmasi tersedia. Namun, ada masalah dalam distribusi yang menyebabkan harga di tingkat pengecer melambung hingga Rp30.000 per tabung. Ini yang sedang kita atur," jelasnya.
Baca Juga: Bupati Serang Prioritaskan Anggaran 2025 untuk Kepentingan Masyarakat
Dasco juga menyoroti kemungkinan adanya oknum yang memanfaatkan situasi ini untuk keuntungan pribadi.
"Justru karena itulah regulasi akan diperketat. Kita ingin memastikan bahwa elpiji 3 kg sampai ke tangan masyarakat dengan harga yang terjangkau," tegasnya.
Keputusan Presiden untuk turun tangan langsung dalam mengatasi kekisruhan elpiji 3 kg ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat.
Artikel Terkait
Pj Gubernur Banten Tinjau Kesiapan RSUD Labuan Jelang Operasional 2025
Pelanggaran Mutasi Jabatan Petahana Bisa Berujung Diskualifikasi dalam Pilkada 2024
PWI Umumkan Nomine Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2024, Hadiah Rp 100 Juta untuk Pemenang
Tangsel Night Market Hadir, Kawasan Kuliner dan Hiburan Baru di BSD
Masjid Agung Discovery Residences Resmi Diresmikan, Jadi Pusat Ibadah dan Kegiatan Sosial Warga