Jakarta, bidiktangsel.com - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Indonesia terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis bagi anak-anak yang belum sepenuhnya merata.
Hal ini disampaikan dalam pernyataan resminya kepada awak media.
Prabowo menjelaskan bahwa kendala administrasi dan teknis menjadi alasan utama mengapa program tersebut belum dapat menjangkau seluruh anak-anak di Indonesia.
Baca Juga: GP Ansor Tangsel Minta Razia Penjual Air Keras, Dorong Pembatasan Ketat untuk Cegah Penyalahgunaan
Namun, ia memastikan bahwa pemerintah sedang berupaya keras agar seluruh anak Indonesia dapat menikmati manfaat program ini.
"Makan bergizi ini secara fisik tidak mudah untuk segera menjangkau seluruh rakyat. Untuk itu, saya, Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, meminta maaf kepada semua orang tua dan anak-anak yang belum menerima," ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah menargetkan program ini akan berjalan sepenuhnya pada akhir tahun 2025.
Baca Juga: Aliansi DEMA PTKIN Apresiasi 100 Hari Kerja Presiden Prabowo: Awal Kemajuan untuk Indonesia
"Saya yakini bahwa pada tahun 2025, semua anak Indonesia akan mendapatkan makanan bergizi. Proyek ini sangat besar dan fisiknya tidak ringan, tetapi saya jamin dananya ada," tambahnya.
Prabowo menjelaskan bahwa proses administrasi yang ketat dilakukan untuk memastikan dana yang dialokasikan untuk program ini tidak disalahgunakan.
"Kami ingin memastikan bahwa uang yang dikirim benar-benar sampai ke sasaran. Proses ini membutuhkan waktu, tetapi kami sedang mencari cara terbaik dan tercepat agar semua anak bisa segera merasakan manfaatnya," jelasnya.
Presiden juga memberikan penekanan kepada pihak-pihak yang telah mendapatkan bantuan agar bersikap bijak.
"Jika ada yang sudah tidak membutuhkan, berikan jatah kepada yang lebih memerlukan," katanya.
Artikel Terkait
Program Makan Bergizi Gratis Butuh Tambahan Anggaran Rp100 Triliun, Presiden Prabowo Berkomitmen Percepat Realisasi
PMI Kabupaten Serang Berhasil Penuhi Kebutuhan Darah, Bupati Tatu Chasanah Apresiasi Kinerja UDD
Pelestarian Budaya Memerlukan Kolaborasi Semua Pihak
Pembelajaran Selama Ramadan Tinggal Menunggu Surat Edaran, Ini Penjelasannya
Muhammadiyah Dukung Libur Sekolah Selama Ramadan untuk Penguatan Akhlak dan Budi Pekerti