Revolusi Koperasi: Transformasi BUMN Menuju Kesejahteraan Petani, Nelayan, dan Peternak

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Sabtu, 3 Februari 2024 | 11:09 WIB
Diskusi “Strategi Penyaluran KUR Melalui Koperasi untuk Petani, Nelayan, & Peternak”
Diskusi “Strategi Penyaluran KUR Melalui Koperasi untuk Petani, Nelayan, & Peternak”

Menurutnya, sejak 20 tahun sudah ada penelitian, bahwa kehadiran koperasi untuk pendampingan, tapi penguatan.

Baca Juga: Dinkes Tangsel Gelar Rakor Skrining Hipotiroid Kongenital untuk Fasilitas Kesehatan

Koperasi harus memberi manfaat. Terkait pemberian KUR, sudah tepat disalurkan ke koperasi, karena koperasi mengetahui kebutuhan anggotanya.

"Kenapa praktek tengkulak tumbuh subur? Karena mereka mengetahui karakter petani. Begitu pula koperasi terbentur pada mekanisme persyaratan," tuturnya

KUR DI INDONESIA
KUR merupakan subsidi bunga non-energi, disalurkan melalui perbankan. Mencapai 460 triliun, tapi baru realisasi 300 triliun.

Berkaca dari data itu, Mukti Asikin, pelaku koperasi, mendesak pemerintah untuk mendorong koperasi meloncat jauh kedepan.

Baca Juga: Posyandu Anggrek & Anyelir 2 Diteropong: Dinkes Tangsel Pastikan Kesehatan Anak Terjamin!

Mukti Asikin memberi contoh Mondragon Corporation di Spanyol. Koperasi yang didirikan 14 april 1956 itu menjadi salah satu koperasi terbesar di dunia, karena sinergitas antara anggota dan pengurus.

"Posisi koperasi jangan ada di tengah. Di Singapura, buruh menguasai retail. Indonesia juga punya koperasi yang anggotanya jutaan, dengan aset triliunan rupiah. Ideologinya, haram keluar dari koperasi," ujar Mufti.

Sementara moderator diskusi Prof. Awalil Rizky yang juga Dewan Pertimbangan Timnas AMIN menyebutkan, Kebijakan dan program pokok terkait Koperasi UMKM cukup rinci ada di submisi ke-17 Misi Paslon Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN).

"Mana paslon lain yang berani mengundang tokoh luar untuk berdiskusi? Kita terbuka untuk berdiskusi, termasuk soal kopererasi yang menjadi amanat konstitusi. Dari diskusi ini, kita tegaskan, harus ada perubahan mendasar. Bahwa mopdal terbesar itu ya manusia, sdm. Bukan investasi," ujar Awalil. (**)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Radi Iswan

Sumber: Promedia

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X