info-tangsel

Ketokohan Nabi Muhammad SAW, Jejak Kepemimpinan dan Akhlak yang Terus Menginspirasi Umat Manusia

Senin, 24 Agustus 2026 | 08:33 WIB
Mukhtar Amiluddin, S.Ag. Pengurus DMI Tangerang Selatan (photo: Gemini AI)

Baca Juga: Atlet Catur Tangsel Mulai Panaskan Mesin, Turnamen PWI Jadi Ujian Jelang PORPROV

Karena itu, ketika berbicara mengenai ketokohan Muhammad SAW, ukurannya tidak hanya berada pada aspek kekuasaan atau keberhasilan politik. Ketokohan tersebut juga berkaitan dengan kemampuan membangun perubahan sosial melalui nilai dan keteladanan.

Sejumlah tokoh non-Muslim pun pernah memberikan penilaian positif terhadap pengaruh Muhammad dalam sejarah dunia.

Salah satu yang paling dikenal adalah Michael H. Hart, penulis buku The 100: A Ranking of the Most Influential Persons in History. Dalam buku tersebut, Hart menempatkan Muhammad sebagai tokoh yang berada di posisi pertama dalam daftar tokoh paling berpengaruh menurut penilaiannya.

Penempatan tersebut tentu merupakan penilaian seorang penulis sejarah populer, bukan ukuran universal yang harus diterima semua orang. Namun, hal tersebut menunjukkan bahwa pengaruh Muhammad SAW juga menjadi objek perhatian dalam kajian sejarah di luar perspektif keagamaan Islam.

Baca Juga: Pertarungan Sengit di Papan Catur! Muhammad Hadi Tumbangkan Sekjen PWI Banten Akew Jelang Porprov VII 2026

Warisan Al-Qur'an dan Sunnah

Bagi umat Islam, warisan terbesar Nabi Muhammad SAW adalah Al-Qur'an dan Sunnah.

Al-Qur'an menjadi sumber utama ajaran Islam, sementara Sunnah Nabi menjadi salah satu rujukan penting dalam memahami dan menjalankan ajaran tersebut.

Keduanya menjadi pedoman bagi umat Islam dalam membangun hubungan dengan Allah SWT, sesama manusia, maupun lingkungan kehidupan.

Karena itu, mencintai Rasulullah tidak cukup hanya dengan mengagungkan nama beliau. Kecintaan tersebut semestinya diwujudkan melalui usaha meneladani akhlak dan nilai-nilai yang beliau ajarkan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: PWI Tangsel Gelar Turnamen Catur, Jadi Pemanasan Atlet Menuju PORPROV VII Banten 2026

Ketokohan yang Terus Hidup dalam Keteladanan

Lebih dari empat belas abad setelah masa kehidupan Nabi Muhammad SAW, ketokohannya tetap hidup dalam praktik keagamaan dan kehidupan umat Islam.

Keagungan Rasulullah, dalam perspektif iman umat Islam, bukan sekadar karena keberhasilan beliau memimpin sebuah masyarakat. Lebih jauh, beliau dipandang sebagai pembawa risalah Allah SWT sekaligus teladan kehidupan.

Halaman:

Tags

Terkini