Benyamin menegaskan, pendekatan pelayanan lansia tidak semestinya hanya berorientasi pada pengobatan ketika seseorang sudah mengalami gangguan kesehatan.
Upaya promotif dan preventif, menurutnya, juga perlu diperkuat agar para lansia dapat mempertahankan kondisi kesehatan dan kualitas hidupnya.
“Kami ingin para lansia tetap memiliki ruang untuk beraktivitas, menjaga kesehatan, dan bersosialisasi. Karena kesehatan lansia bukan hanya soal pengobatan, tetapi juga bagaimana mereka tetap merasa diperhatikan, berdaya, dan memiliki kualitas hidup yang baik,” katanya.
Kader dan Tenaga Kesehatan Turut Diperkuat
Pemkot Tangsel juga meningkatkan kapasitas kader serta tenaga kesehatan yang mendampingi kegiatan Pos Lansia.
Penguatan sumber daya tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memastikan kebutuhan lansia dapat ditangani secara lebih optimal.
Di sisi lain, pemerintah juga membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mendukung program kesehatan dan pemberdayaan masyarakat lanjut usia.
Bagi Pemkot Tangsel, Pos Lansia memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar fasilitas pelayanan kesehatan. Keberadaannya diharapkan menjadi ruang interaksi sosial yang membuat lansia tetap memiliki aktivitas dan peran di tengah masyarakat.
Dorong Lansia Tetap Sehat dan Berdaya
Benyamin berharap pengembangan Pos Lansia dapat berjalan beriringan dengan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan sejak usia dini.
Baca Juga: Musda Dekopinda Tangsel 2026 Digelar, Hasbi Sidik: Satukan Koperasi Perkuat Ekonomi Rakyat
Dengan pendekatan promotif, preventif, serta aktivitas sosial, para lansia diharapkan dapat menjalani masa tua secara lebih sehat, aktif, mandiri, dan berkualitas.
“Pembangunan yang baik adalah pembangunan yang dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk para lansia. Karena itu kami akan terus memperkuat pelayanan agar para orang tua di Kota Tangerang Selatan dapat menikmati masa tua yang sehat, nyaman, aktif, dan sejahtera,” tutup Benyamin. (***)