Baca Juga: Musda Dekopinda Tangsel 2026 Digelar, Hasbi Sidik: Satukan Koperasi Perkuat Ekonomi Rakyat
Platform tersebut dilengkapi fitur berbasis AI yang dirancang sebagai asisten pribadi untuk membantu masyarakat dalam proses pembelajaran keagamaan secara lebih mudah dan interaktif.
Namun, Asep menekankan bahwa fitur AI tersebut bukan ditempatkan sebagai sumber rujukan utama dalam persoalan keagamaan.
"Karena AI sekarang sedang berkembang, maka ditambahkan fitur AI sebagai asisten pribadi. Namun demikian, ini bukan untuk rujukan, tetapi hanya sebagai bantuan," jelasnya.
Penegasan tersebut menjadi penting di tengah perkembangan teknologi generatif yang memungkinkan AI memberikan jawaban secara cepat, tetapi hasilnya tetap membutuhkan verifikasi dan pertimbangan dari sumber yang kredibel, terutama untuk persoalan yang berkaitan dengan keagamaan.
NU Dinilai Punya Peran Strategis di Tingkat Akar Rumput
Kolaborasi antara Diskominfo Tangsel dan organisasi keagamaan juga diperkuat melalui nota kesepahaman atau MoU dengan sejumlah organisasi, termasuk Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) dan Nahdlatul Ulama.
Kerja sama tersebut diarahkan antara lain untuk menyelenggarakan pelatihan literasi digital bersertifikat.
Langkah tersebut dinilai strategis karena organisasi keagamaan memiliki jaringan yang luas hingga tingkat masyarakat.
Dengan basis warga NU yang besar di Tangerang Selatan, organisasi tersebut memiliki potensi menjadi salah satu penggerak edukasi digital di tingkat akar rumput.
Kolaborasi ini diharapkan mampu memperluas pemahaman masyarakat mengenai keamanan informasi, verifikasi berita, etika bermedia sosial, serta penggunaan teknologi AI secara bijak.
Di tengah derasnya arus informasi dan semakin canggihnya teknologi generatif, literasi digital tidak lagi sebatas kemampuan menggunakan perangkat atau mengakses internet.
Kemampuan mengenali manipulasi informasi, melakukan verifikasi, dan memahami konteks menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem digital yang sehat di Tangerang Selatan.
(***)