info-tangsel

SIGAP Anak Sehat 2026 Diluncurkan di Tangsel, Pemkot dan Swasta Perkuat Intervensi Stunting di Serpong

Senin, 10 Agustus 2026 | 21:00 WIB
Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengatakan, intervensi terhadap anak berisiko stunting tidak dapat ditunda karena kondisi kesehatan dan kecukupan gizi

Ciputat, bidiktangsel.com – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) memperkuat upaya pencegahan dan penanganan stunting melalui Program SIGAP Anak Sehat 2026.

Program tersebut menyasar keluarga yang memiliki anak berisiko stunting di Kecamatan Serpong dengan melibatkan kolaborasi pemerintah dan sektor swasta.

Program ini menjadi bagian dari strategi intervensi sejak usia dini sekaligus investasi kesehatan anak untuk mendukung terwujudnya generasi produktif menuju Indonesia Emas 2045.

Baca Juga: Lurah Pondok Aren Beberkan Kinerja 2026: 8 Rumah Dibedah, 1.000 Titik Biopori Dibangun untuk Kurangi Banjir

Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengatakan, intervensi terhadap anak berisiko stunting tidak dapat ditunda karena kondisi kesehatan dan kecukupan gizi pada masa pertumbuhan akan menentukan kualitas generasi mendatang.

Hal tersebut disampaikan Benyamin saat membuka peluncuran Program SIGAP Anak Sehat 2026, Senin (10/8/2026).

Benyamin mencontohkan, anak-anak yang menjadi sasaran program saat ini akan memasuki usia produktif pada 2045. Karena itu, pemenuhan kebutuhan gizi dan pemantauan pertumbuhan perlu dilakukan sejak sekarang.

“Saya membayangkan mereka usia 20 tahun pada 2045. Kalau dari sekarang tidak kita intervensi, makanan mereka harus seimbang antara tinggi badan, umur, dengan berat badannya. Itu harus kita intervensi dari sekarang,” ujar Benyamin.

Baca Juga: Alwani Terpilih Aklamasi Pimpin Dekopinda Tangsel 2026–2031, Siap Wujudkan Koperasi Bersatu dan Berdaya

Stunting Tak Sekadar Persoalan Pertumbuhan Fisik

Menurut Benyamin, persoalan stunting tidak cukup dilihat dari aspek pertumbuhan fisik. Kondisi kekurangan gizi dalam periode pertumbuhan anak juga dapat berpengaruh terhadap perkembangan mental dan kemampuan berpikir.

Karena itu, pemenuhan asupan gizi anak menjadi salah satu aspek penting dalam intervensi yang dilakukan pemerintah bersama keluarga dan berbagai pihak.

Tantangan tersebut, kata dia, juga berkaitan dengan pola makan anak usia balita dan batita yang dalam praktiknya tidak selalu mudah.

“Rata-rata memang ini sebuah fenomena, anak-anak itu, balita, batita itu susah dikasih makan. Tapi ini memengaruhi pertumbuhan. Bukan saja fisik, tetapi juga mental, pikiran dan sebagainya,” jelasnya.

Baca Juga: Musda Dekopinda Tangsel 2026 Digelar, Hasbi Sidik: Satukan Koperasi Perkuat Ekonomi Rakyat

Enam Puskesmas Terlibat Selama 56 Hari

Kecamatan Serpong dipilih sebagai salah satu wilayah pelaksanaan SIGAP Anak Sehat 2026 karena masih terdapat persoalan stunting yang membutuhkan perhatian dan intervensi.

Halaman:

Tags

Terkini