SIGAP Anak Sehat 2026 Diluncurkan di Tangsel, Pemkot dan Swasta Perkuat Intervensi Stunting di Serpong

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Senin, 10 Agustus 2026 | 21:00 WIB
Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengatakan, intervensi terhadap anak berisiko stunting tidak dapat ditunda karena kondisi kesehatan dan kecukupan gizi
Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengatakan, intervensi terhadap anak berisiko stunting tidak dapat ditunda karena kondisi kesehatan dan kecukupan gizi

Baca Juga: MUSDA Dekopinda Tangsel 2026 Tegaskan Koperasi Bersatu dan Berdaya, 619 Koperasi Aktif Siap Dongkrak Ekonomi Daerah

Pelaksanaan program melibatkan enam puskesmas di Kecamatan Serpong. Intervensi tersebut berlangsung selama 56 hari, dengan puskesmas berperan sebagai pelaksana utama dalam pemberian makanan tambahan sekaligus pendampingan terhadap keluarga penerima program.

Model tersebut menempatkan intervensi tidak hanya pada pemberian asupan tambahan, tetapi juga pendampingan keluarga agar upaya perbaikan kondisi anak dapat dilakukan secara berkelanjutan.

Pemkot Tangsel Gandeng Sektor Swasta

Penguatan program SIGAP Anak Sehat 2026 juga dilakukan melalui kolaborasi dengan sektor swasta. Dukungan tersebut hadir melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), salah satunya dari PT Telkom Indonesia wilayah Banten.

Kolaborasi tersebut turut melibatkan Srikandi Telkom Group dan Danantara Indonesia.

Baca Juga: KADIN Tangsel Gandeng Disperindag, Siapkan Digitalisasi Pasar hingga Penguatan UMKM dan Industri Lokal

Benyamin mengapresiasi kontribusi sektor swasta yang dinilai dapat memperkuat kapasitas pemerintah dalam menjalankan program kesehatan masyarakat, khususnya intervensi stunting.

“Atas nama pemerintah kota dan masyarakat, saya ucapkan terima kasih kepada PT Telkom, khususnya wilayah Banten, yang telah mengeluarkan CSR-nya, TJSL-nya dalam kaitan dengan program penanganan stunting yang diselenggarakan oleh pemerintah kota melalui bidang kesehatan,” ungkapnya.

Menurut Benyamin, kolaborasi pemerintah dengan dunia usaha diharapkan tidak berhenti pada program penanganan stunting. Kemitraan melalui TJSL juga dapat dikembangkan untuk mendukung berbagai sektor pelayanan publik lainnya.

Baca Juga: GEMAR Makan Ikan Digencarkan di Tangsel, Pilar Saga Ichsan: Protein Hewani Kunci Cegah Stunting dan Ciptakan Generasi Unggul

“Ia berharap ke depan TJSL-nya akan terus diperluas, diperbesar, diperlebar lagi. Bukan saja untuk penanganan stunting, tetapi juga untuk program-program kesehatan yang lainnya dalam kaitannya dengan pengembangan pendidikan juga,” kata Benyamin.

Melalui SIGAP Anak Sehat 2026, Pemkot Tangerang Selatan menempatkan intervensi stunting sebagai kerja kolaboratif yang melibatkan pemerintah, fasilitas kesehatan, keluarga, dan sektor swasta.

Program di Kecamatan Serpong selama 56 hari tersebut diharapkan dapat memperkuat pendampingan terhadap keluarga dengan anak berisiko stunting sekaligus menjadi bagian dari upaya jangka panjang menyiapkan generasi Tangerang Selatan yang sehat dan produktif.

(***)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Radi Iswan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X