info-tangsel

Transportasi Massal Tangsel Dikebut, Dishub Fokus Layanan Nyata Tanpa “Pencitraan”

Jumat, 17 April 2026 | 11:03 WIB

Baca Juga: Menaker: Nyawa Pekerja Tak Boleh Jadi Taruhan, Balai K3 Harus Cegah Kecelakaan Kerja

Sebagai perbandingan, ia mencontohkan tarif transportasi rute Blok M–Alam Sutera yang relatif murah karena mendapat subsidi besar dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Baca Juga: Pemanfaatan AI di Indonesia Masih Rendah, Menaker: Pekerja Harus Siap Hadapi Perkembangan Teknologi

“Kalau tarif murah seperti itu, pasti ada subsidi besar. Sementara kita juga harus realistis, kebutuhan anggaran di Tangsel masih banyak,” katanya.

Meski demikian, Dishub Tangsel tetap membuka peluang kolaborasi dengan berbagai operator seperti Transjakarta dan Damri guna memperluas konektivitas transportasi bagi warga.

“Saya sudah koordinasi dengan Transjakarta dan Damri. Prinsipnya kita terbuka, bagaimana masyarakat Tangsel bisa lebih mudah bepergian ke mana saja,” jelasnya.

Ayep juga mengaku belajar dari pengalaman daerah lain, seperti Kota Tangerang, yang menghadapi tantangan minimnya penumpang pada layanan angkutan massal berbasis subsidi.

Baca Juga: Gugatan PMH Kadin Tangsel Gugur di PN Tangerang, Perkara Resmi Dinyatakan Selesai

“Jangan sampai kita bikin sistem, tapi penumpangnya tidak ada. Itu jadi pelajaran penting. Kita harus pastikan kebutuhan masyarakatnya dulu,” katanya.

Ke depan, Dishub Tangsel berkomitmen menghadirkan sistem transportasi massa yang tepat sasaran, efisien, dan benar-benar digunakan masyarakat, bukan sekadar proyek anggaran.

“Kuncinya satu, transportasi ini harus membantu masyarakat. Kalau tidak dipakai, berarti ada yang salah dalam perencanaannya,” pungkas Ayep.

(***)

Halaman:

Tags

Terkini