Transportasi Massal Tangsel Dikebut, Dishub Fokus Layanan Nyata Tanpa “Pencitraan”

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Jumat, 17 April 2026 | 11:03 WIB

Serpong, bidiktangsel.com — Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang Selatan terus mematangkan pengembangan transportasi massal dengan menitikberatkan pada layanan nyata bagi masyarakat, bukan sekadar pencitraan.

Kepala Dishub Tangsel, Ayep Jajat Sudrajat, menegaskan bahwa kinerja pemerintah saat ini tidak bisa dilepaskan dari sorotan publik melalui media.

Namun demikian, ia mengaku lebih memilih fokus bekerja daripada membangun citra.

“Kerja kita apa, kan orang melihatnya dari media. Tapi saya pribadi lebih memilih kerja nyata. Pencitraan itu saya kurang suka, yang penting hasilnya dirasakan masyarakat,” ujar Ayep saat wawancara dengan awak media di ruang kerjanya, Rabu (15/4/2026).

Baca Juga: Dishub Tangsel Genjot Optimalisasi Aset Parkir, Fokus Tingkatkan PAD dan Kepatuhan Pajak

Menurutnya, dinamika era keterbukaan informasi menuntut pejabat publik untuk bersikap adaptif dan rendah hati. Ia menilai, paradigma pejabat sebagai penguasa sudah tidak relevan, melainkan harus menjadi pelayan masyarakat.

“Sekarang ini eranya sudah berbeda. Pejabat itu bukan untuk gagah-gagahan, tapi harus jadi pelayan. Kita ini melayani, bukan dilayani,” tegasnya.

Dalam konteks kebijakan internal, Ayep juga menyoroti isu Work From Home (WFH) yang sempat menjadi arahan pemerintah pusat.

Dishub Tangsel, kata dia, tidak serta-merta menerapkan kebijakan tersebut secara penuh, mengingat sektor perhubungan memiliki banyak layanan yang bersifat langsung kepada masyarakat.

“Kami sudah hitung, efisiensi energi memang penting, tapi pelayanan tetap harus jalan. Di Dishub itu ada layanan lalu lintas, penerangan jalan umum, hingga angkutan. Jadi tidak bisa disamaratakan,” jelasnya.

Baca Juga: Penduduk Usia Lanjut Meningkat, Kemnaker Ajak Dunia Usaha Perluas Akses Kerja Lansia

Ia menambahkan, pihaknya lebih memilih mempertahankan operasional layanan di lapangan dibanding mengikuti kebijakan WFH secara kaku. Hal ini dilakukan agar pelayanan publik tidak terganggu.

Terkait pengembangan transportasi massal, Dishub Tangsel hingga kini masih dalam tahap penjajakan dengan berbagai pihak, termasuk operator angkutan dan pemerintah daerah lain. Salah satu tantangan utama adalah kebutuhan subsidi tarif.

“Kami sudah sounding ke koperasi dan pengusaha angkutan. Rata-rata mereka minta subsidi, terutama subsidi tarif. Itu memang jadi tantangan,” ungkap Ayep.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Radi Iswan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X