Salah satu model yang bisa diadopsi adalah Collaborative Monitoring—kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga profesional dalam mengawasi proyek.
Misalnya, pembangunan fasilitas pendidikan melibatkan komite sekolah dan ahli teknik independen sebelum serah terima pekerjaan.
Refleksi HAKORDIA: Dari Pembangunan Fisik ke Pembangunan Integritas
Membedah potensi korupsi di Tangsel bukan berarti mencari kambing hitam. Analisis ini bertujuan memperkuat fondasi tata kelola agar kota ini tidak rapuh oleh “rayap-rayap” penyalahgunaan wewenang.
Dengan SDM yang kuat, bantuan teknologi, dan APBD yang besar, Tangsel memiliki peluang menjadi model kota modern yang bersih, manusiawi, dan akuntabel.
HAKORDIA 2025 harus menjadi titik balik:
Bukan sekadar membangun gedung dan jalan, tetapi membangun integritas.
Bukan hanya mempercepat investasi, tetapi memastikan setiap izin dan proyek berjalan transparan.
Di tengah derasnya pembangunan, Tangsel membutuhkan satu hal yang tidak bisa dibeli: keberanian menjaga integritas sebagai pondasi kota yang bermartabat.
(***)