info-tangsel

Siswa SMP di Tangsel Jadi Korban Bullying Sadis, Keluarga Desak Tanggung Jawab dan Evaluasi Sekolah

Senin, 10 November 2025 | 19:39 WIB
Kepala UPTD PPA Tangsel, Tri Purwanto, menegaskan pihaknya telah melakukan langkah cepat dengan mendatangi sekolah dan keluarga korban.

Baca Juga: Kasus Penemuan Balita Asal Makassar di Jambi, Terduga Pelaku Ngaku Sempat Menjual sang Anak Senilai 3 Juta

“Dari informasi awal keluarga, korban dipukul menggunakan kursi. Tapi kami masih menunggu hasil asesmen lengkap dari pihak sekolah dan tim pendamping anak,” jelasnya.

Dindikbud Tangsel: Jadikan Evaluasi Serius

Sementara itu, Kabid SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Tangsel, Dedi, menyampaikan rasa prihatin mendalam dan memastikan akan melakukan pendampingan bagi korban maupun pihak sekolah.

“Kami sedang menganalisis laporan TPPK dan akan berkoordinasi dengan Satgas TPPK Pemkot Tangsel. Ini jadi bahan evaluasi serius agar kasus seperti ini tidak terulang,” tegas Deddy.

Baca Juga: Di Balik Skandal Jual-beli Jabatan yang Jerat Bupati Ponorogo, Ada Dugaan Suap Senilai Rp1,25 Miliar ke Kantong Sugiri Sancoko

Ia juga menyebut bahwa pihaknya akan meninjau kembali penerapan Permendikbudristek Nomor 46 Tahun 2023 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan, serta memperkuat peran tenaga pendidik dalam membangun lingkungan sekolah yang aman dan inklusif.

Keluarga Harapkan Keadilan

Keluarga korban berharap pemerintah daerah dan pihak sekolah tidak hanya berhenti pada asesmen, tetapi juga memastikan pelaku bertanggung jawab atas akibat yang ditimbulkan.

“Anak kami masih menderita. Kami ingin keadilan dan tanggung jawab dari pihak yang membuat anak kami seperti ini,” ujar salah satu anggota keluarga.

Baca Juga: Hafiz Juliansyah Terpilih Pimpin Pemuda Muhammadiyah Tangsel, Siap Dorong Gerakan Pemuda Unggul dan Berkemajuan

Kasus ini menjadi pengingat serius bagi dunia pendidikan di Tangsel bahwa bullying bukan hanya persoalan kenakalan remaja, tetapi tindak kekerasan yang mengancam masa depan anak-anak. 

Diperlukan sinergi antara sekolah, pemerintah, dan masyarakat untuk memastikan sekolah kembali menjadi tempat yang aman bagi tumbuh kembang peserta didik.

(***)

Halaman:

Tags

Terkini