Serpong, bidiktangsel.com – Kasus perundungan (bullying) kembali mencoreng dunia pendidikan di Kota Tangerang Selatan (Tangsel).
Seorang siswa kelas 1 SMP Negeri di wilayah Serpong, berinisial MH (13), menjadi korban kekerasan fisik berat oleh teman sekolahnya hingga harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta.
Peristiwa tragis itu terjadi pada 20 Oktober 2025 lalu saat jam istirahat berlangsung.
Berdasarkan keterangan keluarga, korban mengalami pukulan di bagian kepala menggunakan kursi besi sekolah, menyebabkan luka serius dan gangguan kesehatan berkepanjangan.
“Tubuhnya sekarang lemas, sulit berjalan, penglihatannya rabun, sering pingsan, bahkan kehilangan nafsu makan,” ungkap pihak keluarga korban dengan nada sedih.
Ironisnya, keluarga pelaku yang sebelumnya berjanji menanggung biaya pengobatan, kini dikabarkan tidak menepati komitmen tersebut.
Hal ini menambah beban keluarga korban yang terus berjuang memulihkan kondisi MH.
Pihak UPTD PPA Turun Tangan
Menanggapi kasus ini, Kepala UPTD PPA Tangsel, Tri Purwanto, menegaskan pihaknya telah melakukan langkah cepat dengan mendatangi sekolah dan keluarga korban.
“Kami sudah ke sekolah untuk memastikan proses penanganan yang dilakukan pihak sekolah. Setelah itu, kami berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan pihak keluarga untuk mengawal kasus ini,” ujar Tri.
Tri menjelaskan, pihaknya juga tengah mengkaji laporan sementara dari Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) sekolah guna memastikan tindak lanjut sesuai aturan.
Artikel Terkait
Datangi RS Islam Cempaka Putih, Pramono Anung Ungkap Kondisi Korban Ledakan SMAN 72 Jakarta
Masih Proses Penyelidikan, Muncul Isu Terorisme dalam Insiden Ledakan di SMAN 72 Jakarta
Wali Kota Tangsel Dampingi Wakil Panglima TNI Tinjau Koperasi Merah Putih, Dorong Ekonomi Warga Berbasis Gotong Royong
Tokoh dan Kandidat Sepakat: Mukota IV Kadin Tangsel Harus Digelar di Tangerang Selatan
Pantaskah Soeharto Dinobatkan Sebagai Pahlawan Nasional?