Serpong, bidiktangsel.com – Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara PT PALYJA Tirta Tangsel dan Perseroda PT Pembangunan Investasi Tangerang Selatan (PITS) menjadi langkah besar dalam pembangunan sistem penyediaan air bersih di Kota Tangerang Selatan.
Namun, acara strategis bernilai triliunan rupiah ini justru digelar tertutup dan tanpa akses liputan media.
MoU berlangsung di Hotel Grand Zury BSD, Jumat (26/9/2025), dengan disaksikan langsung Wali Kota Tangerang Selatan H. Benyamin Davnie bersama jajaran pejabat terkait.
Baca Juga: 95 Guru PAUD Tangsel Dapat Beasiswa dan Bantuan Pendidikan S1, Tingkatkan Kualitas Pendidikan Anak.
Kendati demikian, awak media yang hadir tidak diperkenankan meliput jalannya prosesi, sesuai instruksi internal penyelenggara.
Investasi Triliunan Rupiah untuk SPAM Tangsel
Direktur Utama Perseroda PITS, TB Hendra S, mengungkapkan kebutuhan investasi awal pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) beserta jaringan pipa mencapai Rp 1,2 triliun.
Selain itu, biaya operasional (OPEX) selama 30 tahun diproyeksikan sekitar Rp 2,4 triliun, sehingga total kebutuhan investasi menembus Rp 3,6 triliun.
“Karena keterbatasan APBD, diperlukan inovasi pendanaan. Pola kerja sama Business to Business (B2B) dan Kerja Sama Berbasis Angsuran (TBA) akan ditempuh agar proyek ini tidak membebani fiskal daerah,” jelas Hendra.
Ia juga mendorong pembentukan gugus tugas khusus demi mempercepat realisasi program yang dinilai krusial untuk layanan dasar masyarakat tersebut.
Tahapan dan Potensi Tarif Baru
Dalam sambutannya, Wali Kota Benyamin menegaskan bahwa proyek ini tidak bisa langsung melayani seluruh masyarakat.