Baca Juga: Ketua Umum AMKI Pusat Tundra Meliala Terima Penghargaan Adiluhung Budaya Ki Sunda Utama
Rahmat pun mengajak pemuda-pemudi di Tangsel agar tak gentar menghadapi rintangan.
“Saya ingin teman-teman tetap semangat, lakukan yang terbaik di bidang masing-masing, karena perjuangan kita tidak selalu mudah,” tambahnya.
Dikenal Tangguh dan Ceria
Pembina Paskibraka Tangsel, Eka Imelda Novitasari, menyebut Rahmat sebagai sosok yang tangguh, ceria, dan mampu menjadi penguat bagi rekan-rekannya. Semangat itulah yang membuatnya terpilih sebagai komandan Pasukan 17.
Baca Juga: Meriah! PWI Tangsel Rayakan HUT RI ke 80 dengan Lomba Unik, Ketua Tegaskan Kekompakan Anggota
“Rahmat dari awal dikenal ceria, ikon yang selalu menghibur teman-temannya. Saat gladi bersih, ia dipilih menjadi komandan pasukan 17 dan berdiri di barisan paling depan. Bahkan setelah ayahnya meninggal, ia tidak langsung menceritakan kepada rekan-rekan paskibraka agar konsentrasi mereka tidak terganggu,” jelas Eka.
Ia menambahkan, pihak pembina sempat memberi pilihan kepada Rahmat untuk berhenti, namun dengan tegar ia memilih tetap maju.
“Setangguh itu anaknya memang,” kata Eka penuh bangga.
Baca Juga: Bupati Serang Turun Tangan Usai Warga Meninggal, Dugaan Limbah PT GRS Kembali Disorot
Simbol Keteguhan di HUT ke 80 RI
Keberanian Rahmat menjalankan tugas negara di tengah duka menjadi simbol keteguhan generasi muda.
Kisahnya kini menjadi inspirasi bagi masyarakat, bahwa pengorbanan dan semangat juang tidak hanya lahir di medan pertempuran, tetapi juga dalam kesetiaan seorang anak kepada bangsa dan orang tuanya.
(***)