Baca Juga: Pensiunan Tentara Ramai-Ramai Tolak Gibran: Bukankah Itu Pelanggaran Konstitusi?
Kritik juga datang dari warga BSD yang kerap mengunjungi kawasan Cordoba. Salah seorang pengunjung yang enggan disebutkan namanya menyayangkan potensi kawasan yang belum tergarap optimal.
“Tempatnya bagus dan strategis, tapi kelihatan banget dikelola secara konvensional. Harusnya dikelola profesional supaya berkembang seperti kawasan kuliner lain di kota-kota besar,” katanya.
Ia menilai pengelolaan tradisional tanpa inovasi akan sulit bertahan di tengah persaingan kawasan kuliner modern yang kini makin menjamur.
Masukan dari para tokoh masyarakat ini membuka wacana pentingnya evaluasi terhadap pola pengelolaan kawasan Cordoba.
Transparansi soal status hukum dan kolaborasi lintas pihak menjadi kunci.
Legalitas pengelola, rencana pengembangan, serta kepastian hak dan kewajiban para pemilik ruko harus ditinjau ulang demi menciptakan ekosistem bisnis yang sehat.
Pengamat tata kota dan komunitas lokal juga menyarankan adanya forum terbuka yang mempertemukan semua stakeholder untuk membahas roadmap revitalisasi kawasan Cordoba, baik dari sisi infrastruktur, branding kawasan, hingga tata kelola lingkungan.
Baca Juga: Mayoritas Warga Puas, Layanan Adminduk di Tangsel Makin Prima
Dengan langkah kolaboratif, kawasan Cordoba berpotensi menjadi ikon baru kuliner dan gaya hidup di BSD City—jika dikelola dengan visi jangka panjang dan semangat profesionalisme. (***)