CIPUTAT – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Lapangan Pusat Pemerintahan Kota Tangerang Selatan (Puspemkot Tangsel), Senin (1/6/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Pesan tersebut disampaikan Benyamin saat memimpin upacara sekaligus membacakan sambutan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia.
Baca Juga: Dari Secangkir Kopi untuk Informasi Berkualitas, Bidiktangsel.com Resmi Buka Dukungan Pembaca
Menurutnya, Pancasila bukan sekadar warisan sejarah, melainkan ideologi yang hidup dan terus menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Di tengah ketidakpastian global, disrupsi teknologi, serta dinamika geopolitik yang terus berkembang, Pancasila dinilai mampu menjadi jangkar moral yang menjaga Indonesia tetap kokoh. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya menjadi landasan dalam menjaga persatuan, memperkuat solidaritas, dan membangun kehidupan yang harmonis di tengah keberagaman.
"Pancasila adalah bintang penuntun yang telah membuktikan ketangguhannya. Di tengah ancaman fragmentasi, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bahwa keberagaman yang tersebar di lebih dari 17.000 pulau dan ratusan etnis dapat disatukan dalam ikatan satu kebangsaan," ujar Benyamin.
Ia menambahkan, keberhasilan Indonesia menjaga persatuan dalam keberagaman menjadi bukti bahwa nilai-nilai Pancasila tetap relevan dan mampu menjawab berbagai tantangan yang dihadapi bangsa. Karena itu, penguatan ideologi Pancasila harus terus dilakukan secara konsisten di seluruh lapisan masyarakat.
Selain menjadi dasar dalam kehidupan berbangsa, Pancasila juga menjadi pijakan Indonesia dalam menjalankan perannya di tingkat global. Sebagaimana amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Indonesia memiliki tanggung jawab untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
Nilai musyawarah mufakat yang menjadi ruh Pancasila dinilai sangat relevan dalam membangun dialog dan menjembatani berbagai perbedaan. Pendekatan tersebut menjadi modal penting bagi Indonesia dalam mendorong penyelesaian konflik secara damai di berbagai kawasan dunia.
Baca Juga: Razia Narkoba di Riau Bikin Geger Warga Medsos, Polisi Ringkus Anak Kepala Daerah hingga Selebgram
Kontribusi Indonesia dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), keterlibatan dalam berbagai upaya mediasi konflik regional, hingga konsistensi menyuarakan keadilan bagi bangsa-bangsa yang masih menghadapi penindasan disebut sebagai wujud nyata pengamalan sila kedua Pancasila, yakni Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.
"Sebagai bangsa yang besar, kita terus menunjukkan kepemimpinan nyata. Kita ingin dunia melihat bahwa perdamaian bukan sekadar ketiadaan perang, melainkan hadirnya keadilan bagi seluruh umat manusia," katanya.
Artikel Terkait
Marhadi: Pengusaha Lokal Jangan Jadi Penonton di Tengah Investasi Besar Tangsel
Audiensi dengan Pilar Saga Ichsan, Kadin Tangsel Dorong KTA Punya Nilai Tambah
Kadin Tangsel Rebranding, Soroti Rumitnya Perizinan di Hadapan Pilar Saga Ichsan
Audiensi Kadin Tangsel dengan Pilar Saga, Dorong Sinergi Pengusaha dan Pemkot
KADIN Tangsel Dorong Kampung Digital UMKM, Pilar Saga Ichsan Siap Dukung Kolaborasi