Baca Juga: Tangsel Entrepreneur Hub Digulirkan, Pemkot Perkuat Ekosistem UMKM Berbasis Kolaborasi
Pemkot Tangsel juga melakukan penanganan kawasan kumuh melalui peningkatan kualitas infrastruktur lingkungan. Penataan mencakup sejumlah kebutuhan dasar, seperti jalan lingkungan, saluran air, sanitasi, penerangan, dan fasilitas lingkungan lainnya.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus menciptakan lingkungan permukiman yang lebih sehat dan aman.
Pos Gizi Sasar Keluarga Rentan
Di sektor kesehatan, intervensi dilakukan melalui penguatan Pos Gizi. Program ini menyasar kelompok yang membutuhkan perhatian, antara lain ibu hamil, ibu menyusui, dan balita dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.
Intervensi tidak hanya berupa pemberian makanan bergizi, tetapi juga edukasi dan pendampingan agar kebutuhan gizi penerima manfaat dapat dipantau secara berkelanjutan.
Baca Juga: U-Turn Rawa Buntu Diuji Tiga Hari, Dishub Tangsel Siapkan Dua Titik Putar Balik
Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan mengatakan, penentuan penerima intervensi perlu dilakukan berdasarkan penilaian tenaga dan kader kesehatan.
“Yang penting nanti dari penilaian kader kesehatan bersama dengan nutrisionis. Nanti menentukan anak-anak mana saja yang kurang berat badannya, ibu hamil yang memang secara kemampuan finansial memiliki keterbatasan dalam memberikan makanan untuk dirinya sendiri,” kata Pilar.
Pengentasan Kemiskinan Tangsel Berbasis Pemberdayaan
Rangkaian program tersebut memperlihatkan bahwa pengentasan kemiskinan di Tangsel dilakukan melalui pendekatan lintas sektor, mulai dari perlindungan sosial, kesehatan, pendidikan dan keterampilan, perumahan, lingkungan, hingga pemberdayaan ekonomi.
Baca Juga: Desil Bansos Berubah, Pedagang Kecil hingga Mahasiswa Bisa Terdampak? Ini Penjelasan BPS
Bantuan sosial tetap menjadi bagian dari intervensi pemerintah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang membutuhkan.
Namun, program tersebut berjalan beriringan dengan pelatihan, pendampingan, penguatan UMKM, dan pembukaan akses terhadap peluang ekonomi.
Pemkot Tangsel menempatkan pendekatan berbasis data dan pemberdayaan sebagai bagian dari upaya agar intervensi kemiskinan tidak berhenti pada bantuan jangka pendek, tetapi juga mendorong peningkatan kapasitas dan kemandirian ekonomi masyarakat. (***)
Artikel Terkait
Tuntas Dua Hari, 51 Peserta UKW PWI Banten Dinyatakan Kompeten
Rapimprov Kadin Banten 2026 Dorong UMKM Naik Kelas, Akses Pasar dan Pembiayaan Jadi Sorotan
Dua Tahun Beruntun, Tangsel Pertahankan Juara 1 TP2DD Jawa-Bali 2026
Pos Gizi Tangsel Sasar Balita hingga Ibu Hamil dari Keluarga Rentan
Pabrik Baterai EV Mulai Beroperasi, Mobil Listrik Bakal Makin Murah?