“Ada pagar parapet juga 90 meter, jadi pedestrian di pinggiran turapnya. Ada jalan inspeksi,” ujarnya.
Baca Juga: Sidak Pool Taksi Ciater Maruga, Julham Firdaus Soroti Pengerasan Tanah dan Turap
Dilengkapi Pintu Air
Untuk mendukung sistem pengendalian aliran air, proyek tersebut juga mencakup sejumlah bangunan pelengkap.
Fasilitas itu antara lain pintu air, klep tabok, serta bangunan pendukung lainnya yang dirancang untuk menunjang pengaturan dan pengendalian aliran air di kawasan tersebut.
Robby menyebut pekerjaan pembangunan ditargetkan rampung pada Desember 2026.
Pemkot Tangsel berharap pembangunan turap dan fasilitas pendukungnya dapat meningkatkan kapasitas pengendalian aliran air di Bukit Nusa Indah.
Langkah tersebut juga diharapkan mampu mengurangi risiko banjir serta memberikan perlindungan infrastruktur dan lingkungan permukiman warga di sekitar aliran air.
Baca Juga: Ketum PBMA Dorong Lompatan Organisasi Mathla’ul Anwar Jawa Tengah, Haris Pimpin Periode 2026-2031
Pembangunan turap di Bukit Nusa Indah menjadi salah satu bentuk penanganan infrastruktur yang dilakukan Pemkot Tangsel secara bertahap.
Pemerintah daerah menyatakan pemetaan titik rawan banjir akan terus dilakukan agar pembangunan dapat diarahkan pada lokasi yang membutuhkan penanganan.
(***)
Artikel Terkait
Plank Kemenkes Mendadak Terpasang di Perumahan Depkes Tangsel, Warga Pertanyakan Status Lahan
Yayasan Syarif Hidayatullah Buka Suara soal Rentetan Konflik, Soroti Dugaan Aksi Paksa dan Minta Publik Kawal
Isu Migrasi Siswa Mencuat, Yayasan Syarif Hidayatullah Tegaskan Fokus Lindungi Anak
Lindungi Warga dari Abu Vulkanik, Pilar Saga Bagikan 14 Ribu Masker di Tangsel
Abu Vulkanik Anak Krakatau Masih Jadi Perhatian, Warga Tangsel Diminta Waspada dan Gunakan Masker