SERPONG – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mendorong keterlibatan lintas sektor untuk memperkuat perlindungan perempuan dan anak di tengah semakin kompleksnya risiko sosial, termasuk ancaman kekerasan dan persoalan di ruang digital.
Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengatakan perlindungan perempuan dan anak tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah. Keluarga, institusi pendidikan, dunia usaha, komunitas, hingga masyarakat memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak serta pemberdayaan perempuan.
Baca Juga: Pahami Yuuk Menjadi Kuasa Wajib Pajak
"Perempuan dan anak harus mendapatkan perlindungan yang optimal. Mereka berhak hidup, tumbuh, dan berkembang dalam lingkungan yang aman serta terbebas dari berbagai bentuk kekerasan, diskriminasi, maupun perlakuan yang merugikan," ujar Benyamin, bulan Juni lalu.
Menurut Benyamin, perkembangan zaman membawa tantangan baru dalam upaya perlindungan perempuan dan anak. Persoalan tidak hanya muncul dalam bentuk kekerasan fisik maupun psikis, tetapi juga berkembang di ruang digital.
Kondisi tersebut membutuhkan pendekatan yang tidak hanya mengandalkan penanganan setelah kejadian, tetapi juga memperkuat aspek pencegahan.
Karena itu, Pemkot Tangsel terus mendorong edukasi, sosialisasi, pendampingan, serta penguatan layanan perlindungan agar masyarakat memiliki akses terhadap dukungan ketika menghadapi persoalan yang berkaitan dengan perempuan dan anak.
Baca Juga: Pejabat Tangsel Sulit Dikonfirmasi, PWI Tegaskan: Publik Berhak Tahu Kinerja dan Anggaran
"Langkah pencegahan harus menjadi fokus utama. Semakin kuat ketahanan keluarga dan semakin tinggi kesadaran masyarakat, maka potensi terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak dapat ditekan," kata Benyamin.
Perlindungan Dimulai dari Lingkungan Terdekat
Benyamin menilai keluarga memiliki posisi strategis dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak.
Selain membangun komunikasi yang sehat di dalam keluarga, orang tua juga dituntut semakin memahami perkembangan teknologi dan pola interaksi anak di ruang digital.
Menurutnya, teknologi memberikan banyak manfaat bagi pendidikan dan perkembangan anak. Namun, tanpa pendampingan yang memadai, ruang digital juga dapat menghadirkan risiko yang perlu diantisipasi.
"Perkembangan teknologi membawa banyak manfaat, tetapi juga menghadirkan tantangan baru. Karena itu, pendampingan orang tua dan edukasi digital menjadi sangat penting agar anak-anak dapat memanfaatkan teknologi secara bijak dan aman," ujarnya.
Artikel Terkait
Musda Dekopinda Tangsel 2026 Digelar, Hasbi Sidik: Satukan Koperasi Perkuat Ekonomi Rakyat
Alwani Terpilih Aklamasi Pimpin Dekopinda Tangsel 2026–2031, Siap Wujudkan Koperasi Bersatu dan Berdaya
Lurah Pondok Aren Beberkan Kinerja 2026: 8 Rumah Dibedah, 1.000 Titik Biopori Dibangun untuk Kurangi Banjir
SIGAP Anak Sehat 2026 Diluncurkan di Tangsel, Pemkot dan Swasta Perkuat Intervensi Stunting di Serpong
AI Makin Canggih, Diskominfo Tangsel Gandeng NU Perkuat Benteng Literasi Digital Lawan Hoaks