Baca Juga: Trotoar Rawamekarjaya Dicor Beton, Hak Disabilitas Tergerus
“Kita ingin anak-anak tidak hanya berkemah, tapi juga membawa misi edukasi. Misalnya soal pengelolaan sampah, penyaringan air, hingga kesadaran lingkungan yang sesuai dengan semangat SDGs,” ujarnya.
Selain itu, kegiatan Jamnas diharapkan dapat menjadi wadah pembinaan karakter generasi muda, terutama dalam membangun kepemimpinan dan mengurangi perilaku negatif di kalangan remaja.
“Ini menjadi alternatif kegiatan positif di tengah maraknya perundungan. Kita ingin membentuk karakter, leadership, dan kemandirian peserta,” tambahnya.
Setelah tahap seleksi ini, Kwarcab Tangsel akan melanjutkan program pembinaan melalui training center yang dijadwalkan mulai 9 Mei 2026. Program tersebut akan difokuskan pada peningkatan keterampilan kepramukaan, kedisiplinan, serta pemahaman materi SDGs.
Ke depan, Kwarcab Tangsel juga akan menjalin koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), guna mendukung kesiapan kontingen menuju ajang nasional tersebut.
Dengan persiapan bertahap, Tangsel menargetkan dapat tampil optimal sekaligus membawa nilai-nilai positif dalam perhelatan Jamnas XII 2026.
(***)
Artikel Terkait
Viral Penemuan Bayi di Permukiman Sukoharjo, Ada Sepucuk Surat untuk Pemilik Rumah yang Diduga Belum Miliki Anak
Bocah 2 Tahun Bikin Panik Warga Lombok usai Ditemukan Tengkurap di Atap Rumah, sang Ibu: Dia Naik Lewat Kandang Ayam
Beredar Kemunculan Pasukan Bertopeng Dekati Vessel 'MSC' di Selat Hormuz, Naiki Lambung Kapal Pakai Tangga
Wagub Dimyati: Tim Reforma Agraria Diminta Minimalisir Konflik Tanah di Masyarakat
Tegang! 3 Jam Berdiri pada Ujung Tower, Pemuda di Sidoarjo Akhirnya Pilih Turun usai Dibujuk Damkar