Baca Juga: Terobosan Diskominfo Tangsel Cetak Talenta Digital Siap Kerja, Expert Goes to School
“Kami sudah dua kali bersurat ke kementerian. Tahun ini akhirnya mendapat respons positif, dengan catatan harus melalui mekanisme peminjaman lahan dan penyusunan MoU,” ungkapnya.
Saat ini, Pemerintah Kota Tangerang Selatan tengah menyiapkan dokumen teknis dan persyaratan administratif untuk merealisasikan proyek tersebut.
Selain pembangunan U-turn baru, opsi pelebaran jalan juga masuk dalam kajian, meski terkendala keterbatasan lahan dan tingginya biaya pembebasan.
“Kalau harus pembebasan lahan, anggarannya sangat besar. Karena itu kita cari solusi yang efektif tanpa menimbulkan masalah baru,” tegas Ayep.
Baca Juga: Pemkot Tangsel Perketat Pengawasan Hukum dan Pengelolaan Anggaran
Ia menambahkan, upaya penanganan kemacetan di Ciater bukanlah persoalan baru, melainkan akumulasi dari pertumbuhan kendaraan dan keterbatasan infrastruktur.
Oleh karena itu, pendekatan yang digunakan harus komprehensif dan berbasis data lapangan.
Dishub Tangsel memastikan akan terus melakukan evaluasi terhadap kebijakan yang diterapkan, sekaligus membuka ruang masukan dari masyarakat guna menciptakan sistem lalu lintas yang lebih efisien dan berkelanjutan.
(***)
Keyword: kemacetan Ciater, rekayasa lalu lintas Tangsel, penutupan U-turn Ciater, Dishub Tangerang Selatan, solusi kemacetan Pamulang
PUTAR BALIK: “Pak Ogah” mengatur arus kendaraan yang hendak putar balik di Jalan Ciater, Senin (2/2). (EKO SETIAWAN/SATELIT NEWS)
Artikel Terkait
Penduduk Usia Lanjut Meningkat, Kemnaker Ajak Dunia Usaha Perluas Akses Kerja Lansia
Dishub Tangsel Genjot Optimalisasi Aset Parkir, Fokus Tingkatkan PAD dan Kepatuhan Pajak
Transportasi Massal Tangsel Dikebut, Dishub Fokus Layanan Nyata Tanpa “Pencitraan”
PJU Tangsel Disorot, Program “Tangsel Terang” Dibayangi Pencurian dan Aduan Warga
Rotasi Pejabat Eselon IIb Tangsel, Benyamin: Langsung Kerja, Jangan Nostalgia