PJU Tangsel Disorot, Program “Tangsel Terang” Dibayangi Pencurian dan Aduan Warga

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Jumat, 17 April 2026 | 17:46 WIB
Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangsel, Ayep Jajat Sudrajat, dalam wawancara khusus di ruang kerjanya
Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangsel, Ayep Jajat Sudrajat, dalam wawancara khusus di ruang kerjanya

Serpong, bidiktangsel.com – Program Tangsel Terang yang digagas Pemerintah Kota Tangerang Selatan untuk memperluas penerangan jalan umum (PJU) di seluruh wilayah, kini menuai sorotan publik. 

Banyaknya pengaduan masyarakat terkait lampu jalan yang padam hingga kasus pencurian infrastruktur menjadi tantangan serius di lapangan.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangsel, Ayep Jajat Sudrajat, dalam wawancara khusus di ruang kerjanya, Rabu (15/4/2026), mengungkapkan bahwa pada tahun 2026 pihaknya menargetkan pemasangan sebanyak 2.222 titik PJU yang tersebar merata di tujuh kecamatan.

Baca Juga: Transportasi Massal Tangsel Dikebut, Dishub Fokus Layanan Nyata Tanpa “Pencitraan”

“Program Tangsel Terang 2026 ini menyasar seluruh wilayah. Kita bagi rata sesuai kebutuhan tiap kecamatan,” ujar Ayep.

Namun, di tengah upaya pemerataan tersebut, Dishub masih menghadapi sejumlah kendala teknis dan non-teknis. 

Salah satu persoalan utama adalah tingginya biaya operasional listrik PJU konvensional yang mencapai sekitar Rp50 miliar per tahun.

Menurut Ayep, penggunaan teknologi tenaga surya belum sepenuhnya menjadi solusi efektif. Selain biaya investasi yang tinggi, perawatan panel surya dinilai cukup rumit.

“Solar cell itu harus dibersihkan minimal tiga bulan sekali agar optimal. Kalau tertutup debu atau kotoran, daya serapnya menurun. Selain itu, baterainya juga rawan rusak dan mahal,” jelasnya.

Baca Juga: Dishub Tangsel Genjot Optimalisasi Aset Parkir, Fokus Tingkatkan PAD dan Kepatuhan Pajak

Permasalahan lain yang semakin marak adalah pencurian komponen PJU, terutama boks panel yang berisi meteran dan sistem pengatur lampu. Dalam sehari, Dishub mencatat bisa terjadi hingga lima kasus pencurian di satu wilayah.

“Di Ciputat, Menjangan, dan sekitarnya, kemarin saja ada lima boks panel hilang dalam sehari. Ini sedang tren dan sangat merugikan,” ungkap Ayep.

Meski berbagai upaya pengamanan telah dilakukan, seperti pemasangan kunci hingga modifikasi fisik agar tidak mudah dijual kembali, pelaku tetap menemukan celah.

“Kita sudah kunci, kita buat tidak menarik untuk dijual, tapi tetap saja hilang. Bahkan ada lampu di atas tiang yang ikut dicuri dalam waktu dua minggu setelah pemasangan,” tambahnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Radi Iswan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X