Baca Juga: Ironi Hari Kesadaran: Keteladanan Mati, Feodalisme Menguat di Birokrasi Tangsel
“Keberhasilan kota diukur dari meningkatnya taraf hidup masyarakat. Jika masih ada rumah warga yang tidak layak, itu harus kita tuntaskan,” tegasnya.
Sementara itu, Lurah Jurangmangu Barat, Deddy, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta Musrenbang yang tetap hadir meski kegiatan berlangsung di tengah kondisi cuaca kurang bersahabat.
“Kehadiran Bapak dan Ibu menunjukkan kepedulian bersama dalam membangun Jurangmangu Barat, baik pembangunan fisik maupun nonfisik,” ujarnya.
Deddy menjelaskan bahwa Musrenbang kelurahan merupakan puncak dari rangkaian pra-Musrenbang yang sebelumnya telah dilaksanakan di tingkat RT dan RW. Ia mengakui banyaknya usulan masyarakat harus disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang tersedia.
Baca Juga: Refleksi Isra Mi’raj Lima Belas Abad: Sholat sebagai Penjaga Iman di Zaman Global
“Untuk tahun ini, Kelurahan Jurangmangu Barat mendapatkan alokasi anggaran sekitar Rp2,7 miliar. Sebesar 60 persen atau sekitar Rp1,71 miliar dialokasikan untuk kegiatan fisik, sedangkan sekitar Rp1,14 miliar untuk kegiatan nonfisik,” jelasnya.
Melalui Musrenbang ini, Pemerintah Kota Tangerang Selatan berharap seluruh usulan pembangunan yang dirumuskan dapat benar-benar mencerminkan kebutuhan masyarakat serta mendukung terwujudnya pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif di wilayah Jurangmangu Barat.
(***)
Artikel Terkait
Sambil Menahan Tangis, Bocah Asal Agam Sumbar Ini Sampaikan Harapan Bisa Sekolah Lagi pada Menteri Pendidikan
Mahfud MD Contohkan Gus Dur yang Santai saat jadi Bahan Lawakan Bagito
Warga Aceh Masih Berjibaku dengan Lumpur Bekas Banjir, Ingat Lagi Target Mendagri Kebut Pembersihan Sebelum Ramadan
Budi Prajogo Salurkan Mesin Pencacah Sampah untuk TPS 3R Tangsel
Gubernur Banten Andra Soni Bantu Tangsel Atasi Sampah Lewat Fasilitas POC dan Biogas