Bidiktangsel.com - Komika Pandji Pragiwaksono menghadapi laporan dugaan penistaan dan penghinaan agama usai lawakannya di acara stand up comedy bertajuk Mens Rea.
Sorotan pada Pandji tersebut bermula ketika Mens Rea ditayangkan di platform streaming Netflix pada 27 Desember 2025 dan memicu reaksi dari sejumlah pihak.
Kelompok yang mengatasnamakan Angkatan Muda NU dan Aliansi Muda Muhammadiyah menuding Pandji telah melakukan penodaan agama, lalu melaporkannya ke Polda Metro Jaya pada 10 Januari 2026.
Laporan pada Pandji terkait dugaan penistaan agama juga masuk ke Polda DIY pada 12 Januari 2026 dengan pelapor menyebut sebagai pihak Aliansi Santri Nusantara Jogjakarta.
Polresta Malang juga menerima laporan dugaan penistaan agama oleh Pandji dari pihak yang mengaku sebagai perwakilan umat Islam Kota Malang pada 12 Januari 2026.
Meski menghadapi tuntutan penistaan agama, Mahfud MD meyakini bahwa laporan hukum tersebut tak bisa ditindaklanjuti.
Materi Komedi Pandji Pragiwaksono Tidak Memunculkan Tafsir Baru Agama
Baca Juga: BYD Hadirkan Pengalaman Menantang di Sirkuit All-Terrain Khusus NEV di Zhengzhou
Mahfud MD menjelaskan bahwa penodaan agama masih mengikuti aturan yang ada dalam Penpres Nomor 1 Tahun 1965 yang dikuatkan dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1969.
“Materi lawakan yang menimbulkan gugatan atau laporan penodaan agama, memecah belah bangsa, itu juga tidak bisa," ucap Mahfud MD dalam siniar Ruang Sahabat yang diunggah di kanal YouTube miliknya pada Sabtu, 17 Januari 2026.
"Karena kalau dia katakan penodaan agama di Undang-Undang penodaan agama yang sekarang masih berlaku, pasal-pasalnya diberlakukan di Penpres Nomor 1 Tahun 1965 yang dikuatkan dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1969,” lanjutnya.
Mahfud MD juga mengatakan bahwa dalam Undang-Undang tersebut menjelaskan penodaan agama terjadi jika membuat penafsiran baru.
Artikel Terkait
Sudah 19 Tahun Lamanya Aksi Kamisan di Depan Istana Negara, Musisi Baskara Putra Nilai Tuntutan Kasus HAM Perlu Terus Disuarakan
Sebuah Truk Gagal Taklukkan Tanjakan Yapan Depok, Kecelakaan Beruntun Dicegah Mobil Fortuner yang Berada di Belakangnya
Raffi Ahmad Serap Aspirasi Ekosistem Kreatif Banyumas–Cilacap
Basarnas Makassar Diterjunkan ke Lokasi Terakhir Hilangnya Kontak Pesawat ATR Indonesia Air di Leang-leang Maros
Bukan soal Menanggung Beban Ekonomi, Sandwich Generation Disebut Hanya Lahir Lewat Mindset Tentang Investasi