Oleh: Aditya Bayu Wardana, SM., M.Si/Lulusan IPB University Bogor
TANGERANG SELATAN — Peristiwa keterlambatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangerang Selatan dalam Upacara Hari Kesadaran Nasional (HKN) bukan sekadar persoalan jam masuk kerja.
Insiden ini mencerminkan krisis yang jauh lebih serius: runtuhnya keteladanan moral dan menguatnya praktik feodalisme dalam birokrasi modern.
Ironisnya, peristiwa tersebut terjadi tepat pada momentum yang seharusnya menjadi pengingat disiplin, integritas, dan tanggung jawab aparatur negara.
Baca Juga: Refleksi Isra Mi’raj Lima Belas Abad: Sholat sebagai Penjaga Iman di Zaman Global
Alih-alih memberi contoh, pimpinan tertinggi birokrasi justru mempertontonkan privilege dengan tetap difasilitasi secara protokoler, meski datang terlambat.
Paradoks Hari Kesadaran Nasional
Upacara HKN yang digelar tanggal 19 memiliki makna filosofis sebagai sarana refleksi ASN terhadap sumpah jabatan, etika pelayanan publik, dan kedisiplinan.
Namun, makna tersebut runtuh ketika pelanggaran justru dilakukan oleh figur yang seharusnya menjadi teladan.
Dalam praktik sehari-hari, ASN yang terlambat kerap dikenai sanksi simbolik, mulai dari barisan terpisah hingga tidak diperkenankan mengikuti upacara.
Baca Juga: Gubernur Banten Andra Soni Bantu Tangsel Atasi Sampah Lewat Fasilitas POC dan Biogas
Sebaliknya, Sekda yang terlambat tetap mendapat tempat terhormat. Situasi ini mengirim pesan berbahaya: aturan hanya berlaku bagi bawahan, bukan bagi pemegang kuasa.
Jika kondisi ini dibiarkan, HKN berpotensi berubah menjadi ritual administratif tanpa substansi, sekadar teater kepatuhan yang kehilangan makna moral.
Artikel Terkait
Bukan soal Menanggung Beban Ekonomi, Sandwich Generation Disebut Hanya Lahir Lewat Mindset Tentang Investasi
Pengakuan Pendaki Gunung Bulusaraung yang Temukan Serpihan Pesawat ATR 42-500 hingga Keterangan Baru Basarnas
Demi Cerdaskan Anak Bangsa, Seorang Guru Matematika di SMK Serang Tetap Mengajar Meski Kondisi Kelasnya Full Banjir
WNI Ceritakan Seserius Itu Hidup di Belanda, Warganya Dibagikan Panduan Bertahan Hidup Gegara Mati Lampu
Ungkapan Pedagang Es Kelapa Muda yang Viral Bawa Rombongan Kerabat ke Kantor Kemenhaj: Daftarkan Anak Cucu demi Dapat Porsi Haji