Ciputat — Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) menandai satu dekade implementasi Sistem Surat Masuk dan Keluar (Sisumaker) sebagai tonggak penting reformasi birokrasi berbasis digital.
Inovasi yang digagas melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) ini kini tak hanya menjadi tulang punggung administrasi internal, tetapi juga berkembang menjadi best practice nasional yang direplikasi oleh berbagai kementerian dan pemerintah daerah.
Selama sepuluh tahun berjalan, Sisumaker bertransformasi dari sistem pengelolaan surat internal menjadi ekosistem layanan digital terpadu.
Baca Juga: Masih Ditulis oleh RRT, Roy Suryo Ungkap Perbedaan Perilisan Buku soal Jokowi dan Gibran
Terobosan terbarunya, Sisumaker Publik, membuka akses langsung bagi masyarakat untuk menyampaikan surat dan aspirasi secara daring, tanpa harus datang ke kantor pemerintahan.
Kepala Diskominfo Kota Tangerang Selatan, Tubagus Asep Nurdin, menegaskan bahwa keberlanjutan Sisumaker mencerminkan kemampuan Pemkot Tangsel dalam menjawab tuntutan pelayanan publik yang cepat, transparan, dan akuntabel.
“Selama lebih dari satu dekade, Sisumaker memastikan setiap surat masuk dan keluar tercatat, terdokumentasi, serta dapat dipantau prosesnya. Kini, sistem ini tidak hanya melayani internal pemerintah, tetapi juga membuka akses bagi masyarakat melalui Sisumaker Publik,” ujar Asep, Jumat (2/1/2026).
Menurutnya, kehadiran Sisumaker Publik menjadi solusi konkret atas keterbatasan ruang dan waktu dalam penyampaian aspirasi warga.
Seluruh surat yang dikirim masyarakat terintegrasi otomatis ke dalam tata naskah dinas internal pemerintah.
“Warga tidak perlu lagi datang langsung ke kantor pemerintahan. Surat dan aspirasi dapat dikirim secara digital dan langsung masuk ke sistem persuratan resmi pemerintah,” jelasnya.
Secara teknis, Sisumaker mengelola alur persuratan end-to-end, mulai dari penerimaan dokumen, disposisi elektronik berjenjang oleh pimpinan, hingga pengarsipan digital terpusat.
Baca Juga: Lumpur dan Bongkahan Batu Berserakan, Agam Sumatera Barat Diterjang Banjir Lagi
Aspek keamanan informasi menjadi prioritas melalui pengaturan hak akses pengguna serta penerapan audit trail untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas.
Artikel Terkait
Dipercaya Hadirkan Keberuntungan hingga Jodoh, Begini Aturan Makan 12 Anggur di Bawah Meja saat Tahun Baru
PVMBG Catat 23 Kali Gempa Bumi dalam 2 Jam di Bener Meriah, Warga Berbondong-bondong Cari Tempat Aman
Polres Tangsel Hentikan Penyelidikan Dugaan Kekerasan Anak di SMPN 19
SPJB Pupuk Bersubsidi 2026 se-Bogor Resmi Ditandatangani
Mahfud MD Soroti Skandal Korupsi Pagar Laut hingga Whoosh, Nilai Hukum Tajam ke Bawah tapi Tumpul ke Atas