“Semua dokumen reses akan kami tindak lanjuti sebagai bahan kajian internal dan penyusunan program ke depan. Terima kasih kepada DPRD yang sudah turun langsung menyerap aspirasi masyarakat, terutama terkait infrastruktur,” kata Pilar.
Ia menilai masukan dari reses sangat relevan dan tetap menjadi kebutuhan utama masyarakat di berbagai wilayah Tangsel.
“Dari laporan reses yang saya baca, apa yang disampaikan masih merupakan masukan strategis. Alhamdulillah sejauh ini masih relate dengan kebutuhan masyarakat,” tambahnya.
Pemkot Perkuat Konservasi dan Ruang Terbuka Hijau
Pilar juga menyinggung upaya Pemkot dalam memperkuat pengelolaan ruang terbuka hijau (RTH) dan konservasi lingkungan, termasuk revitalisasi taman dan pembangunan alun-alun kota.
“Dengan adanya pejabat baru di bidang konservasi, kami harap kinerjanya semakin baik. Selain mengejar kebutuhan RTH, kami ingin memastikan konservasi lingkungan berjalan agar Tangsel semakin berkelanjutan,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa pembangunan taman kota, RTH, dan alun-alun harus mengikuti rasio kebutuhan ruang publik yang telah diatur dalam regulasi.
“Beberapa kecamatan sedang dilakukan pembangunan taman. Ke depan, taman kota dan alun-alun akan terus ditingkatkan, tentunya berbasis pada rasio RTH dan kebutuhan publik,” jelasnya.
Aspirasi Warga Cipeucang dan Desakan Perbaikan Lingkungan
Di akhir sesi, Pilar juga menanggapi keluhan warga Cipeucang terkait persoalan lingkungan yang kembali mencuat saat kegiatan Musyawarah Kelurahan.
Pemerintah Kota, kata dia, akan menyiapkan langkah-langkah taktis agar masalah sampah tidak kembali menjadi beban sosial dan lingkungan bagi warga sekitar.
(***)
Artikel Terkait
Jalsah Salanah Ahmadiyah 2025 di Tangerang: 3.000 Peserta Hadir, Tekankan Persatuan, Damai, dan Keterbukaan Publik
WALHI: Pemerintah Harus Evaluasi dan Audit Pemilik Izin Penambangan di 3 Provinsi Terdampak Banjir-Longsor Sumatera
Ganti Armada Angkut Sampah, Pemkot Tangsel Pesan Truk Baru Berteknologi Penampung Lindi
Pecah Tangis Ferry Irwandi saat Beri Bantuan Senilai Rp10 Miliar untuk Korban Banjir Bandang di Aceh Tamiang
Pilu Warga Desa Sekumur saat Air Setinggi 10 Meter Deras Menerjang Wilayahnya, Hanya Tersisa Bangunan Masjid