Kaprodi Dorong Hasil Konkret Riset S2 Aditya Bayu Wardana

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Selasa, 18 November 2025 | 09:23 WIB

Bogor – Ketua Program Studi (Kaprodi) sekaligus dosen pembimbing, Prof. Dr. A. Faroby Falatehan, SP, ME, menegaskan pentingnya keberlanjutan penelitian pascasarjana agar memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah.

Pernyataan ini disampaikan usai pemaparan Seminar Hasil mahasiswa S2, Aditya Bayu Wardana, yang meneliti strategi peningkatan Indeks Pendidikan di Kota Tangerang Selatan melalui optimalisasi belanja pendidikan pemerintah daerah.

Baca Juga: Kasus Bullying di Tangsel Makan Korban Jiwa, Menteri PPA Arifah Choiri Fauzi Turun Tangan

Menurut Prof. Faroby, penelitian S2 tidak boleh berhenti pada tahap akademik.

“Harapan ke depan adalah munculnya dampak signifikan dan hasil konkret dari program pengamplikasian penelitian ini. Apabila terdapat kekurangan atau kesalahan penulisan, segera diperbaiki agar hasilnya semakin kuat dan dapat dimanfaatkan pemangku kebijakan,” ujarnya.

Penelitian Aditya memotret kondisi Indeks Pendidikan Tangerang Selatan yang pada 2024 berada pada angka 79,21, masih di bawah Kota Tangerang (80,15). 

Meski anggaran pendidikan meningkat dari Rp500 miliar (2020) menjadi Rp907,6 miliar (2024), indeks pendidikan Tangsel dinilai belum optimal.

Baca Juga: Siswa SMPN 19 Tangsel Diduga Alami Perundungan hingga Meninggal, Begini Kata Polisi

Melalui analisis panel data regression yang menghasilkan R² 98,66%, penelitian tersebut menegaskan bahwa alokasi belanja pendidikan berpengaruh positif terhadap Indeks Pendidikan dengan elastisitas 0,041.

Sementara analisis AHP memetakan strategi prioritas berupa pemerataan tenaga pendidik dan pemberian beasiswa bagi siswa kurang mampu.

Prof. Faroby menilai rekomendasi penelitian ini sangat relevan dengan kebutuhan daerah. 

“Penguatan kualitas tenaga pendidik dan pemerataan akses adalah langkah strategis yang harus diterjemahkan ke dalam kebijakan nyata,” katanya.

Baca Juga: Popularitas Seskab Teddy Kian Meroket, Pengamat Sebut Jadi Sosok Penting di Balik Layar Istana RI

Ia juga meminta agar seluruh temuan difinalisasi dengan cermat. “Penelitian akademik harus rapi, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan. Jika ada yang kurang, segera benahi,” tegasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Radi Iswan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X