Kasus Bullying di Tangsel Makan Korban Jiwa, Menteri PPA Arifah Choiri Fauzi Turun Tangan

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Selasa, 18 November 2025 | 00:07 WIB
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA), Arifah Choiri Fauzi, turun langsung ke rumah duka
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA), Arifah Choiri Fauzi, turun langsung ke rumah duka

Serpong, bidiktangsel.com - Kasus bullying yang menewaskan seorang siswa SMPN 19 Tangerang Selatan kembali mengguncang publik. 

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA), Arifah Choiri Fauzi, turun langsung ke rumah duka MH (13) di Ciater, Serpong, pada Senin (17/11/2025) sore, sebagai respons cepat pemerintah terhadap meningkatnya kekerasan terhadap anak.

Kunjungan ini didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangsel Deden Deny, Kepala UPTD PPA Tangsel Tri Purwanto, serta perwakilan Kelurahan Ciater.

Baca Juga: Siswa SMPN 19 Tangsel Diduga Alami Perundungan hingga Meninggal, Begini Kata Polisi

Kedatangan rombongan pemerintah pusat dan daerah ini menjadi penanda bahwa kasus perundungan anak kini menjadi sorotan nasional.

Menteri PPA: Perundungan Anak Pelanggaran Serius

Di hadapan keluarga korban, Menteri Arifah menyampaikan duka mendalam sekaligus menegaskan bahwa praktik bullying tidak dapat ditoleransi dalam bentuk apa pun.

“Bullying menjadi perhatian serius karena menyangkut anak di bawah umur. Dinas Pendidikan dan pihak sekolah harus memperketat pengawasan. Ini tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

Baca Juga: Popularitas Seskab Teddy Kian Meroket, Pengamat Sebut Jadi Sosok Penting di Balik Layar Istana RI

Arifah menambahkan bahwa tanggung jawab perlindungan anak bukan hanya berada di pundak sekolah maupun pemerintah, tetapi juga masyarakat. Ia meminta seluruh pihak memperkuat deteksi dini dan intervensi cepat ketika indikasi kekerasan mulai terlihat.

Dalam pernyataannya, Menteri PPA Arifah Choiri Fauzi,  menekankan bahwa kasus MH tidak boleh berulang.

“Saya berharap tidak ada lagi Izam-Izam yang lain,” ujarnya, merujuk pada kasus serupa yang sebelumnya juga memicu keprihatinan luas.

Pernyataan itu menjadi pesan penting agar pemerintah daerah, sekolah, dan orang tua meningkatkan pengawasan serta memastikan lingkungan pendidikan aman bagi seluruh siswa.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Radi Iswan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X