“Pertemuan ini bukan sekadar ngobrol santai, tapi bentuk tanggung jawab moral. Kita ingin suasana lebih cair, guyub, dan penuh kekeluargaan,” ujar Fauzie.
Ia menilai, soliditas antar tokoh dan calon ketua menjadi modal penting untuk menjaga citra organisasi agar tetap positif dan dipercaya publik.
“Kita semua bagian dari Tangsel. Jadi, sudah sewajarnya Mukota digelar di kota ini agar para pelaku usaha bisa berpartisipasi langsung,” imbuhnya.
Konsolidasi Dua Calon, Dorong Mukota Demokratis
Hadir pula dalam pertemuan tersebut dua kandidat calon ketua, MARHADI dan ARNOVI, yang bersama para tokoh senior seperti H. Abdul Kohar (Koang) menyepakati pentingnya menjaga marwah organisasi.
Mereka menegaskan dukungan penuh agar Mukota IV dilaksanakan di Tangsel serta digelar secara demokratis dan transparan.
Pertemuan di Kopi Kebun itu menghasilkan komitmen bersama untuk memperkuat soliditas internal Kadin Tangsel, sekaligus menjadikan Mukota sebagai momentum evaluasi dan penyegaran organisasi.
“Yang penting bukan hanya siapa yang terpilih, tapi bagaimana Kadin Tangsel bisa lebih kuat, profesional, dan benar-benar menjadi mitra strategis pemerintah dan pelaku usaha,” tutup Arwan.
Dengan semangat kebersamaan yang tercipta, para tokoh berharap Mukota IV Kadin Tangsel menjadi titik balik menuju organisasi yang lebih solid, kredibel, dan berperan aktif dalam memajukan perekonomian lokal di Kota Tangerang Selatan.
(***)
Artikel Terkait
Usai Ditetapkan Sebagai Tersangka Dugaan Pencemaran Nama Baik Jokowi, Roy Suryo: Senyum Saja
Polisi Ungkap Ratusan Barang Bukti dalam Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik Jokowi, Sebut Ada Ijazah Asli
Kapolri Ungkap Korban Ledakan di Masjid SMAN 72 yang Terbaring di ICU Masih Membutuhkan Isolasi
Cerita Saksi soal Pelaku Ledakan di SMAN 72 Jakarta Jadi Korban Perundungan, Diduga Ingin Balas Dendam
Tak Hanya Bupati Ponorogo, KPK Tangkap Sekda hingga Dirut RSUD di Kasus Mutasi Jabatan yang Jerat Sugiri Sancoko