Pamulang, bidiktangsel.com - Sengketa lahan kembali memanas di kawasan Jalan Gelatik RT.001/03, Kelurahan Sawah, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan.
Warga bersama kuasa hukumnya menggelar musyawarah tindak lanjut atas laporan masyarakat terkait penutupan akses jalan yang disebut telah memutus jalur keluar-masuk lingkungan.
Persoalan ini kian pelik karena dikaitkan dengan klaim kepemilikan tanah dan batas lahan yang tumpang tindih.
Kuasa hukum warga, Deddy Haryadi, SH., CLAP, saat ditemui awak media di kantor Ridho Law Firm di kawasan Kedaung, Pamulang, menjelaskan bahwa persoalan tersebut telah melebar dari perdata menjadi persoalan sosial yang mengganggu ketertiban warga.
Ia menilai pihak yang menutup akses jalan telah mengingkari kesepakatan awal dengan masyarakat.
“Urusan pengadilan itu iya, tapi sekarang semua akses jalan diblokir. Ini sudah ingkar dari pembicaraan sebelumnya. Kalau memang tanah itu miliknya dan sudah jelas, seharusnya ada penyelesaian hukum, bukan menutup jalan umum,” ujar Deddy.
Baca Juga: Pemerintah Wacanakan 100 Ribu Kuota Magang Bergaji untuk Percepat Penyerapan Tenaga Kerja Muda
Menurutnya, penutupan jalan dilakukan sepihak dan tanpa kejelasan administratif yang kuat.
Deddy juga menyoroti lemahnya peran kelurahan dalam memediasi konflik tersebut.
Ia menyebut bahwa sejak pergantian beberapa lurah—mulai dari Yogi, Agam, hingga saat ini Mega—belum ada penyelesaian yang tuntas terkait status batas lahan yang disengketakan.
“Dari zaman Lurah Yogi sampai Mega sekarang, tidak ada kejelasan. Padahal dulu sudah ada kesepakatan administrasi dan bahkan surat pernyataan dari pihak kelurahan terdahulu yang mengakui batas tanah itu. Tapi lurah sekarang seolah menghindar menjelaskan bagaimana status lahan tersebut bisa habis atau berpindah tangan,” tegasnya.
Baca Juga: Semua Izin Lengkap, Pengembang Balboa Tegaskan Legalitas Pembangunan di Ciputat Sesuai Prosedur
Ia juga mengungkap bahwa sejumlah dokumen lama, termasuk Girik atas nama Darsim bin Sidan, disebut telah menjadi dasar klaim kepemilikan warga terhadap lahan yang kini menjadi akses jalan.
Artikel Terkait
Diterjang Angin Kencang, Plafon Gedung Islamic Center Tangsel Ambruk: Tiga Titik Rusak, Beruntung Tak Ada Korban
Program “Ngider Sehat” Pemkot Tangsel Raih Apresiasi: Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis hingga Pelosok Warga
Alun Alun Pamulang Jadi Magnet Baru Warga Tangsel: Ruang Publik Sehat dan Bersih di Tengah Padatnya Kota Pamulang, bidiktangsel.com -Alun-Alun Pamul
Baznas Kabupaten Serang Rayakan Milad ke-25: Wujudkan Sinergi Zakat dan Pemerintah untuk Kesejahteraan Umat
Hari Jadi ke 499, Bupati Ratu Zakiyah Paparkan Misi Pembangunan Kabupaten Serang 5 Tahun ke Depan