Anggaran Fantastis Pemkot Tangsel Dipertanyakan, Budayawan Uten Sutendi: "Tak Ada Lagi Tempat untuk Bersembunyi"

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Rabu, 24 September 2025 | 11:18 WIB
Diskusi daring Group Tangsel Club (TC), Rabu (24/9/2025), budayawan Uten Sutendi menyoroti sejumlah pos anggaran yang dinilai janggal dan terkesan boros.
Diskusi daring Group Tangsel Club (TC), Rabu (24/9/2025), budayawan Uten Sutendi menyoroti sejumlah pos anggaran yang dinilai janggal dan terkesan boros.

Baca Juga: PITS Tangsel: Ubah Status Jadi Perseroda Air Minum, Sertifikat Saja Belum Punya”

“Kalau pengguna pajak boros, salah urus, atau bahkan dikorupsi, maka uang pajak tidak memberi manfaat bagi rakyat. Apalagi kalau pengawasannya tumpul, sistem keuangan bisa dikorupsi secara berjamaah,” ucapnya.

Lebih jauh, Uten menegaskan bahwa isu pemborosan anggaran ini sudah berulang kali diingatkan kepada Pemkot Tangsel, namun tak digubris. 

“Sekarang sudah mulai meledak. Semua orang, bahkan di luar Tangsel, mulai bicara keras soal ini. Tak ada lagi tempat untuk bersembunyi. Pemkot harus bertindak jujur dan terbuka dalam mengelola uang rakyat,” tandasnya.

Baca Juga: Gelombang Protes Gen Z Menggema dari Nepal hingga Peru, Medsos Jadi Senjata Utama

Isu penggunaan anggaran fantastis Pemkot Tangsel ini memicu diskusi hangat di kalangan masyarakat. 

Sejumlah pihak menilai transparansi dan evaluasi menyeluruh perlu segera dilakukan, agar uang pajak benar-benar memberi manfaat nyata bagi warga.

Sebagai solusi, ia menyarankan Pemkot Tangsel mengambil langkah konkret, di antaranya:

Baca Juga: MBG yang Bagus dalam Perencanaan, Namun Amburadul dalam Pelaksanaan

  1. Mengubah mindset seluruh SKPD agar fokus melayani warga, bukan sekadar menguasai APBD.
  2. Merevisi seluruh RAB APBD 2026 dengan memangkas anggaran boros dan tunjangan dewan yang tidak perlu.
  3. Mengevaluasi kinerja SKPD tanpa pandang bulu, bahkan mengganti atau memberhentikan pejabat tidak efektif.
  4. Memperkuat pengawasan distribusi dana APBD dengan auditor independen.
  5. Menyaring ulang rekanan yang tidak berkualitas dan rawan menimbulkan kebocoran anggaran.

“Tak ada lagi tempat untuk bersembunyi. Pemkot harus jujur dan terbuka dalam mengelola uang rakyat agar nyaman dan aman ke depan,” pungkas Uten.

(***)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Radi Iswan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X