Ciputat, bidiktangsel.com – Sejak berdiri pada 2014, PT Perusahaan Investasi Tangerang Selatan (PITS) yang kini bertransformasi menjadi Perusahaan Daerah Tangsel telah menghabiskan dana penyertaan modal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp226 miliar.
Namun, setelah 11 tahun berjalan, kontribusinya bagi masyarakat masih dipertanyakan.
Baca Juga: Mengulik Kata Menkeu Purbaya yang Sebut Rencana Kurangi Tarif Subsidi Listrik Tanpa Naikkan Harga
Berdasarkan data APBD, penyertaan modal dilakukan hampir setiap tahun dengan puncak tertinggi pada 2018 mencapai Rp40 miliar.
Dana itu antara lain diarahkan untuk program distribusi air bersih dan ekspansi usaha.
Namun hingga kini, layanan air bersih yang dijanjikan belum menjangkau mayoritas warga, sementara sejumlah proyek lain terhenti tanpa kejelasan.
Kritik semakin keras mengalir lantaran kursi direksi dan komisaris perusahaan daerah ini kerap diisi kader Partai Golkar.
Baca Juga: Pilar Bersama Masyarakat Lakukan Bersih-Bersih Sampah di Situ Pondok Jagung Tangsel
Kondisi tersebut memunculkan dugaan bahwa perusahaan lebih dijadikan sebagai lahan politik ketimbang entitas bisnis yang dikelola profesional.
“Ratusan miliar sudah digelontorkan, tapi yang dirasakan masyarakat nyaris tidak ada. Perusahaan ini seperti hanya jadi tempat parkir kader politik,” tegas pengamat kebijakan nasional dari UNIS Tangerang, Adib Miftahul, saat dimintai tanggapan.
Hingga kini, laporan audit kinerja Perusahaan Daerah Tangsel belum pernah dipublikasikan secara terbuka.
Minimnya transparansi menambah sorotan publik dan memperkuat dugaan adanya penyalahgunaan arah investasi yang seharusnya berorientasi pada kepentingan warga.
Kronologi Penyertaan Modal PT PITS / Perusahaan Daerah Tangsel
Artikel Terkait
Dugaan Skandal Proyek Ciater Miliaran, Pengamat : DPRD Tangsel Jangan Buat Marah Rakyat
Sampah Tangsel Ditolak di Mana-Mana, Omon-omon Menteri LH, TPA Cipeucang Tetap Buka Sampai Sekarang
Menteri KLH Sindir Bupati Soal Sampah, Pengamat: Pusat Jangan Lempar Tanggung Jawab
Fenomena “Tot Tot Wuk Wuk” Jadi Sindiran Keras Pengguna Jalan, Pemerintah hingga Polri Angkat Bicara
Pembangunan IKN hingga Persiapan Jadi Ibu Kota Politik 2028