Pilar Bersama Masyarakat Lakukan Bersih-Bersih Sampah di Situ Pondok Jagung Tangsel

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Minggu, 21 September 2025 | 21:56 WIB
Melakukan bersih-bersih sampah di Pasar Apung Situ Pondok Jagung
Melakukan bersih-bersih sampah di Pasar Apung Situ Pondok Jagung

Serpong Utara, BidikTangsel.com - Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Pilar Saga Ichsan bersama elemen masyarakat melakukan bersih-bersih sampah di Pasar Apung Situ Pondok Jagung, pada Sabtu (20/09/2025).

Kegiatan ini juga bagian dalam menyemarakkan peringatan World Clean Up Day, tingkat Kota Tangerang Selatan.

Tak hanya bersih-bersih, kegiatan ini juga diisi dengan berbagai edukasi pengelolaan sampah, hingga penimbangan sampah.

Baca Juga: Rencana Safari Penyerapan Anggaran, Menkeu Purbaya: dari Tim Khusus Monitoring hingga Dukungan Istana

"Menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah daerah tapi tugas kita bersama. Kami ingin mengajak komunitas yang ada di Tangerang Selatan untuk sama-sama peduli dan menjaga lingkungan kita bersama," ucap Pilar saat memberikan sambutan.

Pilar menerangkan bahwa permasalahan sampah masih menjadi tantangan Pemerintah Kota Tangerang Selatan. Setiap hari, jumlah sampah yang dihasilkan mencapai 1.000 ton.

"Lalu darimana sampah ini berasal? Sampah-sampah ini berasal dari rumah tangga kita, rumah-rumah kita sendiri, restoran, cafe, warung, pasar-pasar dan sebagainya," ungkapnya.

Baca Juga: Menilik Rencana Pidato Presiden Prabowo di Sidang Majelis Umum PBB

Untuk itu, Pemkot Tangsel terus melakukan penanganan sampah dari hulu ke hilir. Mulai dari mensosialisasikan pengolahan sampah berbasis masyarakat hingga langkah jangka panjang Pemkot Tangsel membangun Pengolahan Sampah Energi Listrik (PSEL).

"Jadi bapak ibu, membangun PSEL butuh 3-4 tahun. Oleh karenanya, kita butuh langkah jangka pendek menangani permasalahan sampah, bagaimana kita juga ambil peran dalam mensukseskan program bank sampah, dan juga TPS3R," jelasnya.

Ke depan, Pemkot Tangsel tengah menggodok peraturan agar setiap lingkungan wajib memiliki bank sampah. Untuk itu, dia menekankan ketua lingkungan, lurah dan camat untuk memastikan bahwa program ini berjalan masif.

Baca Juga: Tanggapi Aksi Menolak Sirene dan Strobo, TNI dan Korlantas Sebut Aturan Khusus

"Maka dari itu kita dorong, RW ini harus jadi ketua bank sampah dan lurah harus menggerakkan TPS3R dan harus punya ini setiap kelurahan," jelasnya.

Hal ini penting untuk menekan sampah agar sampai ke tempat pembuangan akhir (TPA) bisa berkurang.

(***)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Radi Iswan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X