Penulis : Vinka Yuliana / Fakultas : Akuntansi
Artikel - Fenomena yang belakangan ini kerap terjadi yakni adanya kelangkaan bahan baku (BBM) dibeberapa perusahaan penyedia energi global.
Salah satunya yang kini menjadi topik perbincangan adalah stok BBM shell yang tidak tersedia dibeberapa SPBU di Indonesia.
Shell sendiri merupakan perusahaan penyokong bahan bakar terbesar yang memiliki peranan besar bagi ekonomi Masyarakat.
Adanya kelangkaan ini terjadi dipenuhi oleh beberapa faktor yakni permintaan pasar yang tinggi, keterlambatan impor atau rantai pasok yang tidak cermat serta regulasi pemerintah yang menyulitkan perusahaan penyedia BBM swasta.
Pemerintah menyatakan impor BBM bagi SPBU swasta harus melalui satu pintu yakni Pertamina.
Hal ini didasari karena Pertamina memiliki kuota impor yang bisa dipakai untuk memenuhi kebutuhan SPBU swasta.
Sebelum adanya keputusan final, pemerintah masih mempertimbangkan aturan ini, bersamaan dengan menunggu data dari kebutuhan BBM Shell.
Persediaan BBM yang kosong di SPBU Shell membuat masyarakat terpaksa beralih ke Pertamina.
Peristiwa ini memberikan masalah baru dikalangan masyarakat. Insiden pencampuran pertamax dan pertalite yang masih hangat diperbincangkan membuat ketidakpercayaan publik semakin tinggi.
Baca Juga: Korupsi Berulang di BUMD Kabupaten Serang, BCW dan Pengamat Desak Evaluasi Total
Akhirnya ini berimbas kepada ketidakstabilan ekonomi yang terjadi. Hal ini berhubungan dengan aspek akuntansi serta tata kelola yang dampaknya bisa diterima secara emosional oleh kehidupan masyarakat luas.
Dapat dicermati dari perspektif akuntansi, pengendalian persediaan BBM yang baik memperlihatkan efektivitas perusahaan yang dapat menangani tata kelola aset dengan baik.
Artikel Terkait
Mesin Bermasalah, Penerbangan Garuda GA313 Rute Surabaya–Jakarta Return to Base ke Juanda
Komisi VIII DPR RI Kunjungi Sekolah Rakyat Menengah Atas 33 Tangsel
Kunjungan Kerja Komisi V DPR RI Tinjau Terminal Pondok Cabe
Kuasa Hukum Yayasan Shekinah Glory Klarifikasi Polemik Gedung Serbaguna
Mengapa Proyek RSUD Tangsel Rp235 Miliar Belum Diselidiki?