Baca Juga: BPK RI Ungkap Dugaan Kerugian Ratusan Miliar di Pemkab Tangerang, APH Dinilai “Diam Seribu Bahasa”
Pengawas Proyek: Sudah Diberi Arahan
Mario, Supervisi Pengawas SDABMBK Kota Tangsel, mengklaim pihaknya sudah memberikan instruksi kepada pekerja agar mengikuti standar.
“Kontraktor masih punya waktu. Tapi sudah kami ingatkan,” katanya.
Namun, pihak pelaksana proyek, CV Sumur Ranje, yang diwakili Tb. Rais, hingga kini belum bisa dimintai keterangan meski dihubungi berulang kali.
Baca Juga: P3S Soroti Maruarar Sirait: Menteri Perumahan Jangan Ambil Peran Komisioner BP Tapera
Potensi Masalah Teknis
Berdasarkan pengamatan lapangan dan wawancara, potensi masalah yang dapat terjadi jika pengerjaan tidak mengikuti standar:
- Korosi Tulangan Besi — Air yang menggenang sebelum pengecoran dapat mempercepat karat pada besi, melemahkan struktur.
- Retak dan Penurunan Kekuatan Beton — Air berlebih dapat mengubah rasio campuran beton, menurunkan mutu dan daya tahannya.
- Kualitas Fondasi Menurun — Lumpur yang tidak dibersihkan bisa menjadi lapisan lemah yang memisahkan beton dan tanah.
- Umur Proyek Memendek — Konstruksi berpotensi mengalami kerusakan dini, menambah biaya perbaikan di masa depan.
- Risiko Temuan BPK — Jika ditemukan tidak sesuai spesifikasi kontrak, dapat menjadi temuan pemeriksaan dan merugikan negara.
(***)
Artikel Terkait
Bupati Serang Tegaskan “No Jual Beli Jabatan”, Asesmen ASN Jadi Kunci Pengembangan Karir Berbasis Kompetensi
Skandal Korupsi DLH Tangsel: Empat Tersangka Diduga Rugikan Negara Rp21,68 Miliar, Segera Disidangkan
Siswa SMK Letris 2 Pamulang Terima Klaim Asuransi Siswakoe BUMIDA Usai Kecelakaan, Santunan Capai Puluhan Juta Rupiah
DJP Banten Sita Aset Rp3,3 Miliar dari 18 Penunggak Pajak, Tunggakan Capai Rp27,9 Miliar
Merinding! Tangsel Siapkan Bendera Merah Putih Raksasa Sambut 80 Tahun Kemerdekaan