Blokade Warga Kencana Loka Dibongkar Paksa, Proyek Beth Shalom di Serpong Diduga Pemicu Banjir

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Minggu, 6 Juli 2025 | 07:40 WIB
Blokade jalan yang didirikan warga Perumahan Kencana Loka BSD Sektor 12-1 dibongkar paksa
Blokade jalan yang didirikan warga Perumahan Kencana Loka BSD Sektor 12-1 dibongkar paksa

Serpong, BidikTangsel.com – Ketegangan antara warga dan pengelola proyek Yayasan Beth Shalom memuncak pada Sabtu (5/7/2025), ketika blokade jalan yang didirikan warga Perumahan Kencana Loka BSD Sektor 12-1 dibongkar paksa oleh pihak proyek menggunakan alat berat. 

Aksi blokade itu sebelumnya dilakukan sebagai bentuk protes warga terhadap dampak pembangunan proyek yang dituding menjadi pemicu banjir di kawasan tersebut.

Baca Juga: Warga Kencana Loka Blokir Proyek Yayasan Tak Ber-IMB, Tuding Jadi Pemicu Banjir

Puluhan warga, termasuk para lansia, secara bergotong-royong menutup akses jalan proyek di Jalan Pusaka Kencana, Rawa Mekar Jaya, Serpong, Tangerang Selatan, dengan tumpukan batu dan kayu. 

Namun hanya dalam hitungan jam, barikade itu dihancurkan tanpa koordinasi oleh pihak pengembang.

“Kita tutup kembali!” seru salah satu warga, yang malam itu kembali memimpin warga menutup jalan sebagai bentuk perlawanan terhadap pembongkaran sepihak tersebut.

Baca Juga: APBD Perubahan 2025 Tangsel Prioritaskan Penanganan Banjir, Pendidikan, dan Kesejahteraan Warga

Situasi semakin memanas ketika beberapa personel berseragam TNI mendatangi pendopo warga. 

Meski sempat memicu ketegangan, pengurus lingkungan tetap bersikukuh dan menegaskan bahwa aksi blokade akan terus berlanjut hingga ada tanggapan dan solusi konkret dari pihak proyek.

Ketua RW 06, Rocky, menjelaskan bahwa aksi tersebut bukan bentuk penolakan terhadap pembangunan, melainkan reaksi atas kelalaian dalam pelaksanaan proyek yang berdampak langsung pada kenyamanan dan keselamatan warga.

Baca Juga: Warga Pondok Pucung Kawal Proyek Long Storage: Transparansi dan Partisipasi Jadi Kunci Sukses

“Kami tidak menolak pembangunan, tapi menolak dampaknya. Harusnya ada izin yang benar, perencanaan yang matang, dan pelaksanaan yang memperhatikan lingkungan sekitar,” ujar Rocky.

Menurut Rocky, proyek tersebut telah menyebabkan dua kali banjir dalam waktu dekat. Hal ini diperparah oleh ketiadaan saluran drainase yang memadai di area proyek, sehingga air hujan langsung mengalir deras ke perumahan warga yang posisinya lebih rendah. 

Ratusan rumah dilaporkan terendam air, bahkan sebagian hingga ke dalam rumah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Radi Iswan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X