Serpong, bidiktangsel.com – Hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Lengkong Gudang Timur, Serpong, Kota Tangerang Selatan, pada Rabu (02/7) sore, memicu insiden robohnya tembok pembatas milik sebuah apartemen.
Tembok setinggi lebih dari dua meter itu menimpa dua rumah warga dan tiga unit kos-kosan di RT 03 RW 02, Kelurahan Lengkong Gudang Timur.
Meski tak ada korban jiwa, peristiwa tersebut menyebabkan trauma mendalam bagi warga terdampak.
Ketua RT 03 RW 02, Heru, saat ditemui awak media mengatakan bahwa kejadian terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu hujan deras mengguyur wilayah Serpong, membuat tembok apartemen tak mampu menahan tekanan air yang meningkat drastis.
“Tembok itu ambruk dan langsung menimpa dua rumah serta tiga kos-kosan di bawahnya. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, tapi istri salah satu penghuni rumah sempat mengalami luka ringan di bagian kaki akibat terkena puing bata. Selain itu, rumah tergenang air setinggi hampir setengah badan orang dewasa,” ungkap Heru.
Ia menjelaskan, penanganan awal dilakukan oleh pihak apartemen bersama dengan perangkat lingkungan setempat, termasuk RT, RW, dan Kelurahan.
Baca Juga: Penguatan Literasi Digital Pajak: Kanwil DJP Banten Dorong Pemahaman Coretax di Kalangan Mahasiswa
Sekitar pukul 17.00 WIB, peninjauan lokasi dilakukan dan pendataan terhadap kerusakan segera dilaksanakan.
Pihak apartemen, menurut Heru, telah menyatakan kesiapannya untuk bertanggung jawab. Termasuk memperbaiki bangunan rusak dan memberikan bantuan logistik kepada warga terdampak.
“Pihak apartemen menyatakan akan memperbaiki semua bangunan yang rusak, termasuk kebutuhan logistik warga. Kelurahan juga akan mengajukan bantuan ke Pemkot melalui BPBD. Tapi sejauh ini bantuan logistik seperti makanan dan kebutuhan pokok belum sampai ke warga,” tambahnya.
Baca Juga: Bupati Ratu Zakiyah Dorong Desa Domas jadi Kampung Nelayan Merah Putih
Sementara itu, korban terdampak, Aep Sayfuddin (55), menceritakan kronologi kejadian dengan mata berkaca-kaca. Ia mengaku sedang beristirahat bersama anaknya saat suara keras terdengar dari arah tembok.
“Awalnya saya pikir ada musang di atap, biasa suka lewat. Ternyata bukan, itu tembok apartemen yang ambruk. Air langsung masuk rumah. Saya dan anak langsung lari keluar sambil teriak minta tolong,” ujarnya.
Artikel Terkait
Membangun Ketahanan Pakan Menuju Ketahanan Pangan: Jalan Terjal Petani dan Solusi Mandiri dari Tangsel
Nasib 6.139 PPPK Tangsel: Antara Harapan Pengakuan dan Tantangan Keadilan
BPK Temukan 209 Unit Aset Hilang, Sekretariat Daerah Tangsel Jadi Sorotan: Potensi Kerugian Capai Rp1,99 Miliar
Warga Sekitar SMAN 3 Tangsel Demo Damai Tuntut Keadilan Penerimaan SPMB Online 2025
PWI Tangsel Rayakan HUT Bhayangkara Ke-79, Perkuat Sinergitas dengan Polres Tangerang Selatan