Bidiktangsel.com – Tangerang Selatan – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) milik pemerintah kembali menjadi sorotan setelah unggahan akun Instagram @infocirendeu viral karena menyoroti bentuk distribusi bantuan yang tidak berupa makanan siap saji, melainkan bahan mentah.
Warganet pun ramai mengomentari postingan tersebut, mempertanyakan efektivitas dan bentuk distribusi yang menyerupai “besek pulang ngaji”.
Dalam unggahan tersebut, sejumlah netizen mengungkapkan kekecewaan karena bantuan yang diterima siswa di beberapa sekolah hanya berupa bahan mentah seperti beras, minyak goreng, ikan, telur puyuh, pisang, hingga susu.
Baca Juga: Bupati Serang Tinjau Lokasi Banjir di Pulo Ampel: Simbol Kepedulian dan Aksi Nyata Pemerintah Daerah
Bahkan ada yang menyebutkan bantuan seperti ini “makin ngawur” dan mempertanyakan efisiensi pembangunan dapur umum yang mahal namun tidak dimanfaatkan maksimal.
Namun di balik ramainya perbincangan di media sosial, pihak sekolah dan Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan memberikan penjelasan resmi terkait distribusi tersebut.
Bantuan Dirapel Menjelang Libur
Kepala SPPG Yasmit Ciputat Timur, A. Basiro, saat dikonfirmasi wartawan membenarkan bahwa bantuan diberikan dalam bentuk bahan mentah karena kegiatan pembelajaran di sekolah-sekolah sudah efektif selesai menjelang libur semester.
Baca Juga: Di Tengah Rekor Kinerja Positif Tahun 2024, CTRA Bagikan Dividen Rp444,8 Miliar
“Kami distribusikan bantuan untuk lima hari, berupa beras, telur puyuh, pisang, jeruk, apel Malang, baby fish nila dan susu. Semuanya dirapel pada hari Senin lalu,” ujar Basiro.
Hal ini dilakukan agar siswa tetap mendapatkan manfaat gizi meski tidak lagi hadir secara aktif ke sekolah.
Dinas Lakukan Pemantauan Lapangan
Menanggapi isu yang berkembang, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan, Deden Deni, langsung melakukan kunjungan ke SDN 02 Cempaka Putih, Ciputat Timur.
Artikel Terkait
Ronald Siahaan Semprot Wali Kota Pematangsiantar di Atas Ring: "Cabut Ucapan Tak Ada Atlet Bisa Kaya!"
Bupati Serang Ratu Zakiyah Gaungkan Penyelesaian 100 Hari Kerja
Tragedi di Ciputat Timur: Seorang Pria Diduga Bunuh Istrinya di Rumah Kontrakan
Dugaan Kekerasan Anak: UPTD PPA Tangsel Turun Tangan, Korban Ingin Sekolah Lagi
Gerakan Nasional Deteksi Dini Kanker Payudara: RS Siloam dan Pertiwi Tangsel Bersatu Edukasi Selamatkan Perempuan Indonesia