Baca Juga: Pemkot Tangsel Lakukan Pengangkutan Sampah Secara Bertahap, Pastikan Penanganan Berjalan Terkendali
Teror Psikologis di 2025
Jessica juga mengungkapkan adanya teror psikologis dan upaya kriminalisasi terus berlanjut hingga Januari 2025.
Kala itu, Jessica mengaku klinik dan profesinya difitnah melakukan malpraktik, sebuah tuduhan serius bagi seorang tenaga medis yang menurutnya sama sekali tidak terbukti.
Bahkan, asisten pribadinya juga sempat dilaporkan ke polisi atas tuduhan pencurian yang dinilai mengada-ada.
Merasa sudah tidak sanggup berjuang sendirian, Jessica akhirnya memohon bantuan publik dan rekan sejawat yang kini viral di medsos.
"Sungguh saya lelah sekali dengan teror yang terus dilakukan oleh beliau dan keluarganya," keluh Jessica.
"Tapi saya harus kuat karena anak-anak saya butuh ibunya, mereka adalah napas kehidupan saya," tutupnya.(***)
Artikel Terkait
Desa Masih Terisolir dan Stok Makanan Habis, Warga Sitahuis Ini 10 Jam Jalan Kaki ke Sibolga untuk Cari Logistik
Viral Bupati Bener Meriah Klaim Rombongan Warga yang Jalan Kaki Puluhan Km Itu Mayoritas Pedagang, Bukan Korban Bencana
Momen Bahagia Tak Bisa Ditunda, Pasangan di Aceh Tamiang Ini Langsungkan Pernikahan di Pengungsian
Murahnya Harga Durian di Tapanuli Tengah Pascabanjir, Warganet Ingatkan Pembeli Tak Lagi Menawar: Kalau Bisa Dibeli Lebih Mahal
Influencer Vilmei Ceritakan Warga di Aceh Tamiang yang Tak Menyerah Meski Wilayahnya Hancur Diterjang Banjir Bandang